Bg

Sekisah Chingay Parade Singapore

Diterbitkan tanggal 17 Maret 2017

Oleh : Khus Ardy Agus Hidayat
Mahasiswa Pendidikan Agama Islam IAIN Surakarta

#BanggaIAINSurakarta

Chingay Parade Singapore merupakan Festival Seni tahunan terbesar yang secara rutin dilaksanakan di Singapura dengan menampikan berbagai parade dan atraksi koreografi kesenian dari dalam dan luar negeri. Pelaksanaan Chingay Parade Singapore selalu dihadiri oleh puluhan ribu pengunjung lokal dan manca negara, serta disiarkan secara langsung melalui televisi lokal maupun internasional.

Pada kesempatan ini, kami duta seni kabupaten Boyolali mendapat kepercayaan dari Bapak Drs. Seno Samudro selaku Bupati Kabupaten Boyolali untuk mengikuti dan memenuhi undangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura untuk mengikuti dan menjadi peserta dalam kontingen Indonesia di Chingay Parade 2017 yang telah dilaksanakan pada 10-11 Februari 2017, di Formula One (F1) Pit Area. Perjalanan ke luar negeri kali ini merupakan yang kedua bagi saya dan teman-teman duta seni  Boyolali tahun 2016. Pada tahun 2016 kami sudah dikirim ke Negara Dubai dan Rusia.

Pada tahun ini kontingen Indonesia diwakili dari beberapa daerah. Mereka berasal dari Jakarta, Bali, Medan dan Solo Raya. Dari Solo Raya sendiri diwakili oleh ISI (Institut Seni Indonesia) Surakarta, Duta Seni Klaten dan Duta Seni Boyolali. Kotingen Indonesia juga merupakan kontingen terbanyak dari kontingen luar Singapura. Di kontingen ini juga ada tambahan satu kelompok dari orang-orang Indonesia yang belajar disana. Mereka belajar di InSIM (Indonesians in SIM) SIM (Singapore Institute of Management). Menjadikan kontingen Indonesia menjadi lebih banyak dan bervariasi dalam kesenian yang kita tampilkan saat parade.

Suatu kebanggan yang luar biasa kami rasakan dan tidak disangka kami akan meginjakkan kaki ini di Formula One (F1) Pit Area. Biasanya kami hanya bisa melihat dari layar TV di rumah dan sekarang kami berada di atas salah satu area balap formula one di dunia yang ada di Singapura. Hal ini kami rasakan ketika kami akan melakukan gladi kotor di Formula One (F1) Pit Area ini.

Kegembiraann lain yang kami rasakan dimulai saat proses gladi kotor. Awalnya koreografi yang di pakai sama dengan yang kami pakai untuk latihan di bumi ibu pertiwi. Urutannya pertama dimulai dari duta seni Klaten, ISI Surakarta lalu kami duta seni Boyolali di urutan terakhir. Akan tetapi semua itu berubah ketika ada informasi dari panitia sebelum gladi bersih dilakukan. Informasi ini sangat mengejutkan bagi kami, karena yang semula kami berada di urutan belakang sekarang kami berubah menjadi urutan pertama untuk kontingen Indonesia. Semangat kami semakin bertambah. Walaupun area parade jauh, dengan semangat dan tekad yang bulat serta posisi kami yang berada di urutan pertama membuat kami senang dan gembira.

Kami bisa berada di urutan pertama di kontingen Indonesia adalah suatu hal yang tak terduga. Hal ini terjadi karena pada saat gladi kotor berlangsung panitia mengambil video secara keseluruhan untuk menyesuaikan urutan parade agar lebih baik lagi. Menurut panitia koreo yang kami tampilkan mempunyai gerakan yang energik dan mempunyai kostum yang unik dan menarik. Hal ini terbukti dengan banyaknya peserta dari negara lain yang mengajak kami untuk foto bersama. Banyak dari mereka yang rela antri untuk bisa foto bersama kami. Biasanya kita yang mengajak turis untuk berfoto, sekarang kami yang diajak foto oleh mereka. Memang benar roda itu selalu berputar, kadang di atas dan kadang di bawah.

Jangan merasa kita tidak bisa dan jangan biarkan posisi kita di bawah. Kita di bawah karena rodanya belum berputar, maka gerakkan roda itu dengan penuh semangat dan kerja keras pasti dia akan berputar dan membawa apa yang di bawah menuju ke atas. Semua tidak lepas dari ikhtiyar dan tawakal kepada Allah SWT.

Penulis

Khus Ardy Agus Hidayat
Mahasiswa Pendidikan Agama Islam IAIN Surakarta

Mahasiswa Pendidikan Agama Islam IAIN Surakarta

Komentar ditutup.