Bg

Seminar Regional Sinergitas Pesantren dan Perguruan Tinggi

Diterbitkan tanggal 19 Oktober 2017

SINAR- IAIN Surakata menjadi tuan rumah pertemuan antar pemangku pondok pesantren se-Jawa Tengah dan DIY yang dibingkai dalam kegiatan “Silaturahmi Daerah (Silatda) Ayo Mondok” pada tanggal 17-19 Oktober 2017. Tema besar dalam kegiatan ini adalah potret pendidikan di masa depan menekankan aspek pendidikan karakter nilai luhur bangsa dan Islam moderat.

Puncak acara pada tanggal 19 Oktober ini menghadirkan Menteri Agama yang diwakilkan kepada Dirjen Pendis yang dalam hal ini adalah Dr. Phil. Komaruddin Amin. Acara dimulai dengan serangkaian acara pembukaan dan sambutan kemudian dilanjutkan dengan acara seminar regional dengan tema Revitalisasi Pondok Pesantren untuk Penguatan Perguruan Tinggi Islam.
Seminar ini menghadirkan tiga pembicara yakni, Prof. Dr. Munir Mulkhan, SU (Guru Besar pendidikan UIN Sunan Kalijaga Yogykarta), Prof. Hermanu (Ahli sejarah dari UNS) dan Abdul Ghaffar Rozin (Pengurus Pusat RMI). Prof. Hermanu lebih membahas aspek historisitas pesantren dari mulai pra-kemerdekaan hingga zaman sekarang. Sedangkan Prof Munir Mulkhan banyak berbicara tentang beberapa terobosan yang harus ditempuh oleh pesantren dan perguruan tinggi terkait perkembangan pendidikan di era kontemporer seperti diadakannya Ma’had Ali dan atau pesantren yang digandeng oleh kampus-kampus Islam. Sedang Gus Rozin (panggilan akrab Abdul Ghaffar Rozin) dari perwakilan RMI banyak berbicara tentang problem dan tantangan yang terjadi di pesantren. Ia menyatakan bahwa sekarang adalah era millennial yang dikerumuni oleh dunia digital. Pihak pesantren seharusnya tidak memandang teknologi sebagai hal yang tabu tetapi lebih sebagai sarana dan mitra dalam penyebaran ilmu dan ideologi Islam yang rahmatan lil alamin.

Setelah acara seminar selesai, Dr. H. Mudofir, M.Pd, Rektor IAIN Surakarta membacakan RISALAH SOLO. Risalah tersebut berisi Sembilan poin yang intinya adalah sinergitas perguruan tinggi Islam dan pesantren dalam membangun, mengembangkan kualitas pendidikan masa depan untuk kemajuan bangsa dan peradaban.
Di akhir sesi, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin mewakili Menteri Agama RI memberikan closing speech yang menyatakan dukungannya secara penuh terhadap acara ini. Beliau menyatakan bahwa pihak kemenag sedang menggodok aturan-aturan baru yang terkait dengan pengembangan pesantren dan perguruan tinggi. Bahkan, beliau menyatakan bahwa kemenag akan mengusulkan adanya Dirjen Pesantren yang secara khusus mengurus, mengelola dan mengembangkan potensi-potensi pesantren yang selama ini masih jarang diakuisisi oleh pemerintah. Tegasnya, pesantren memiliki peran besar dalam proses pendidikan masyarakat yang berkarakter dan berwawasan kebangsaan. Pada acara ini, Kamaruddin Amin bersama rektor IAIN Surakarta meresmikan Pusat Studi Pesntren Nusantara sebagai wadah yang akan menjadi bank data tentang pesantren-pesantren yang berkembang di Nusantara dan kontribusinya dalam proses pendidikan Islam yang rahmatan lil alamin. (Gie/Humas Publikasi) #BanggaIAINSurakarta

Sumber: Hamdan Maghribi

Komentar ditutup.