Bg

Studi Wawasan ISIO – UIN Raden Mas Said Surakarta kunjungi Institut Agama Islam (INAIFAS) Jember

Diterbitkan tanggal 1 Juli 2021

SINAR- Bertempat di ruang Rektor Institut Agama Islam Al-Fallah Assuniyah (INAIFAS) Jember, Kamis (01/07), diselenggarakannya penandatanganan MoU dan Bedah Buku yang dihadiri oleh segenap jajaran pejabat Institut Agama Islam Al-Fallah Assuniyah (INAIFAS) Jember dan rombongan UIN Raden Mas Said Surakarta yang terdiri dari dosen dan staf kemahasiswaan.

Dalam sambutannya Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr. KH. Syamsul Bakri, M.Ag., menyampaikan pentingnya menjalin hubungan kerjasama antara institut, untuk membantu berkembangnya suatu instansi tersebut. Disampaikannya pula beberapa poin penting terkait bedah buku karya beliau yang berjudul “Sufi Healing – Integrasi Tasawuf dan Psikologi Dalam Penyembuhan Psikis dan Fisik” seperti mengenai disiplin ilmu Tasawuf. “Tasawuf merupakan ilmu untuk pengaplikasian yang membutuhkan sebuah teori psikologi dalam sufi, maka dikenal dengan nama Sufi Healing” Ujar nya.

Sambutan lain disampaikan oleh Rektor Institut Agama Islam Al-Fallah Assuniyah, Gus Rijal Mumazziq Zionis, M.H.I, dalam sambutannya menekankan perubahan yang akan dilalui oleh INAIFAS yang akan berubah menjadi Universitas. Tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan dan sharing ilmu dari UIN Raden Mas Said Surakarta yang telah berhasil menjadi Universitas Islam Negeri baru-baru ini.

Narasumber, Bedah Buku “Manajamen Pondok Pesantren” disampaikan oleh Dr. Fauzan Adhim, M.Pd.I selaku Dosen di Institut Agama Islam Al-Fallah Assuniyah (INAIFAS) Jember. Dalam penyampaiannya menyimpulkan bahwa peraturan yang berbeda disetiap Pondok Pesantren merupakan keunikan dan dapat memunculkan sebuah teori baru. Meskipun, hasil riset yang dilakukannya banyak alumni santri yang mengeluh dengan sistem pengajaran. Akan tetapi, dengan system tersebut akan melahirkan lulusan santri yang berkualitas. (Nughy/ Humas Publikasi)

Sumber: Amin Rais

Komentar ditutup.