Bg

Studium General, Program Pascasarjana IAIN Surakarta Dapat Dukungan Dari Kasubdit Diktis Kemenag dan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah

Diterbitkan tanggal 23 September 2016

SINAR-Program pascasarjana IAIN Surakarta gelar Studium General sebagai kuliah perdana. Hadirkan Prof. Dr. Muhammad Said dan Dr. Muhammad Zain, Jum’at, (23/9) di Aula Gd. PAscasarjana IAIN Surakarta. Kedua Narasumber memberikan dukungan terhadap program Pascasarjana IAIN Surakarta untuk terus mengembangkan programnya.

Acara yang dihadiri oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Surakarta, Dr. H. Abdul Matin Bin Salman, M.Ag., mendapat apresiasi yang tinggi oleh beliau. Dr. Abdul Matin, memberikan dorongan kepada seluruh mahasiswa pascasarjana untuk mengembangkan ilmunya, menembus batas internasional. “Dengan membekali dirinya dengan bahasa asing sehingga mampu menerbitkan jurnal dengan kelas internasional, maka secara institusional IAIN Surakarta akan naik peringkat, begitu juga secara individual mahasiswa pascasarjana mampu membuktikan eksistensinya. IAIN Surakarta juga tidak akan segan-segan memberikan apresiasi secara financial kepada mahasiswa yang bisa menerbitkan jurnal kelas internasional”, katanya.

Pascasarjana IAIN Surakarta, Prof. H. Rohmat, M.Pd., Ph.D,. dalam sambutannya mengatakan bahwa tugas utama dari para dosen adalah menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Untuk itu, para mahasiswa program Pascasarjana juga akan lebih didorong untuk mengembangkan pola pikir dan daya saing, terlebih Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sudah dibuka.

Dr. Muhammad Zain, Kasubdit Diktis Kemenag mengatakan akan mendukung program Pascasarjana IAIN Surakarta. Lebih lanjut Dr. Muhammad Zain mengatakan, kita perlu mencontoh ITB, dari keseluruhan mahasiswa ada 70% mahasiswa Pascasarjana. “Kita perlu mengembangkan Program Pascasarjana sebagai identitas perguruan tinggi, karena dengan cara mengembangkan pascasarjanalah maka critical analysis bisa berkembang”, katanya. “Era MEA merupakan tantangan, tercatat kurang lebih 5.170 Perguruan Tinggi dari 14 negara anggota MEA (termasuk China dan Jepang). Negara yang tidak bisa merencanakan goal-nya dalam jangka panjang dan jangka pendek, Negara yang tidak bisa mengentaskan rakyatnya dari buta huruf (termasuk ketidakmampuan membaca peluang dan literasi pendidikan), Negara yang kurang beradab (menyelesaikan semua masalah tidak memakai aturan standar), Negara yang miskin (penghasilan) dan Negara yang rakyatnya banyak yang sakit, Negara-negara itulah yang akan tertinggal dan terlindas dari percaturan ekonomi global. Maka program Pascasarjana adalah salah satu cara untuk mengembangkan critical analysis, mendidik manusia-manusia agar bisa menaikkan kelas sosial, sehingga bisa merencanakan hidup lebih baik, berpengetahuan lebih tinggi, menjadi bangsa yang beradab, sehingga terhindar dari kemiskinan”, tegasnya.

Sedangkan lebih sederhana Prof. Dr. Muhammad Said mengatakan pentingnya ilmu pengetahuan. Kalau orang tidak mau belajar maka dia tidak akan dapat ilmu. Ilmu itu untuk memberikan jalan pencerahan, jalan keluar dari setiap masalah. Jadi carilah ilmu kemanapaun dan dimanapun”, pungkasnya. (Gie/ Humas Publikas) #BanggaIAINSurakarta

Komentar ditutup.