Bg

The 2nd International Conference on Islamic Studies (ICIES): The Enhancement of Islamic Resource Competitive Advantage in Global Market Era.

Diterbitkan tanggal 8 September 2016

SINAR– Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta telah sukses melaksanakan The 2nd International Conference on Islamic Studies (ICIES). Dalam salah satu agendanya yang berupa seminar internasional dengan tema The Enhancement of Islamic Resource Competitive Advantage in Global Market Era.

Diisi oleh dua pemateri yang kompeten di bidangnya, Abdul Ghafar Ismail (Professor Islamic banking and financial economics ) dan Suminto Ph.D (Director of Islamic Finance,

Directorate General of Budget Financing and Risk Management , in Ministry of Finance of Republic Indonesia), seminar internasional berlangsung sangat hidup saat sesi pertanyaan dibuka.

Dengan materi Resource Abundance and Resource Dependence, Prof. Ghafar sapaan akrabnya menyatakan   bahwa untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang sesuai target, maka kekayaan sumber daya alam harus dikelola dengan sangat hati-hati. “To ensure an inclusive growth, the natural resource wealth must be carefully managed,” kata Prof. Ghafar. Meskipun menurutnya kenyataan yang ada sangatlah berbeda, pola konsumsi global dari konsumsi major sumber daya alam, untuk negara miskin akan selalu berubah sesuai dengan perubahan struktur ekonomi.

Sedangkan Suminto Ph.D dalam papernya yang berjudul Improvement of Islamic Resources Through Economic Policy Packages (Pengembangan Sumber Daya Islami melalui Paket kebijakan ekonomi) menerangkan bahwa Intitusi pendidikan khususnya pada pelatihan sumber daya manusia pada bidang keuangan syariah memiliki beberapa tantangan berupa kesenjangan kurikulum pendidikan terhadap kebutuhan pasar, kurangnya kompetensi dosen dalam bilang ekonomi dan ekonomi syariah, kurangnya kualitas diktat kuliah, minimnya jurusan ekonomi yang terakreditasi dan kurangnya intitusi pendidikan dan pelatihan bidang keuangan Islam. Menurut Suminto, hal diatas disebabkan beberapa hal, diantaranya kurangnya kualitas sumber daya manusia yang mengerti tentang keuangan Islam baik dari sisi pengetahuan, keahlian dan kemampuan. Sehingga dapat berdampak pada keterbatasan kualitas sumber daya manusia Islami yang akan menghambat pertumbuhan industri keuangan Islam. (Yin/Humas Publikasi) #BanggaIAINSurakarta

 

Komentar ditutup.