Bg

Tracer Study dan Pengembangan Perguruan Tinggi

Diterbitkan tanggal 5 Maret 2021

Oleh: Dr. H. Muhammad Munadi, M.Pd
(Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah IAIN Surakarta)

Pengantar

Beberapa hari di akhir Februari, seorang teman dosen di salah satu perguruan tinggi negeri menginformasikan via Whatsapp Grup Alumni bahwa dimohon alumni salah satu program studi mengisi tracer study online. Awalnya secara  pribadi kurang memiliki motivasi, tetapi ada teman lain memberikan motivasi bahwa dengan pengisian tracer study minimal seorang alumni mendapatkan 3 pahala sekaligus sambil mengutip salah satu Hadits yang berbunyi berikut.

إِذَا مَاتَ ابنُ آدم انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أو عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ

“Apabila seorang manusia meninggal, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga, yakni sedekah jariyah, atau ilmu yang diambil manfaatnya, atau anak saleh yang mendoakannya”. (HR Muslim)  

Jika dipikir lebih mendalam pendapat teman tersebut ada benarnya bahkan sangat benar. Kapan  lagi seorang alumni ber-bhakti kepada almamaternya kalau tidak saat lulus mengisi tracer study, disamping juga sangat diperkenankan menyumbang ide dan lebih bagus lagi menyumbang uang bahkan bangunan. Itu lebih luar biasa.

Seluk Beluk Tracer Study

Kajian yang relative paling lengkap tentang tracer study ditulis oleh  Harald  Schomburg berjudul Handbook for Graduate Tracer Studies. Terbit pada bulan September 2003 dan diterbitkan oleh Centre for Research on Higher Education and Work, University of Kassel, Jerman.

Ada beberapa pendapat tentang tracer study selain yang ditulis oleh  Schomburg. Pendapat pertama dinyatakan (Schiefelbein & Farrell, 1987) bahwa Tracer study refers to the investigations in which a sample of individuals are studied at a given time, and then located and studied again at one or more successive stages in their lives.  Pendapat ini menyatakan penelusuran pada individu pada waktu tertentu, dan kemudian ditempatkan dan dipelajari lagi pada satu atau lebih tahap yang berurutan dalam hidup mereka. Pendapat yang berbeda dinyatakan (ITB Career Center, 2014)  bahwa  Tracer Study merupakan salah satu metode yang digunakan oleh beberapa perguruan tinggi, khususnya di Indonesia untuk memperoleh umpan balik dari alumni. Penelusuran seseorang selama tahapan tertentu untuk dijadikan acan perbaikan bagi Lembaga Pendidikan terutama perguruan tinggi.

Pendapat tersebut bisa dijadikan dasar untuk merumuskan tujuan Tracer study dengan diperkuat pendapat (Schomburg, 2003), diantaranya memberikan umpan balik bagi perguruan tinggi berkaitan dengan :

  1. Tugas dan kompetensi kerja alumni
  2. Masalah berkait kurikulum
  3. Persiapan kerja alumni
  4. Pendidikan tinggi dan karir yang khas dari alumni

Tujuan tersebut digambarkan (ITB Career Center, 2014) secara menarik berikut ini.

Tracer study menghasilkan data dari alumni yang bisa memberikan manfaat bagi pengembangan perguruan tinggi yang meliputi relevansi kurikulum perguruan tinggi  sehingga bermanfaat pada pencapaian akreditasi yang optimum.

Tujuan tersebut menunjukkan bahwa tacer study berimplikasi dalam pengelolaan pendidikan tinggi secara riil dalam penataan kurikulum yang sesuai dengan perkembangan dunia kerja dan pengembangan kerjasama perguruan tinggi dengan dunai kerja sejak dini. Dampak yang luar biasa secara tidak langsung terlihat bahwa Perguruan tinggi merupakan subordinasi Sistem Pendidikan Tinggi.

Umpan balik yang diperoleh dari alumni ini dibutuhkan oleh perguruan tinggi dalam usahanya untuk perbaikan serta pengembangan kualitas dan sistem pendidikan. Tak hanya itu, umpan balik inipun dapat bermanfaat untuk memetakan dunia usaha dan industri agar jeda diantara kompetensi yang diperoleh alumni saat kuliah dengan tuntutan dunia kerja dapat diperkecil.

Hasil juga menunjukkan bahwa mayoritas lulusan dipekerjakan dan lulusan maksimum dipekerjakan di sektor swasta diikuti oleh sektor korporasi dan pegawai negeri. Studi tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden dipekerjakan dalam waktu 3 sampai 6 bulan setelah kelulusan mereka. Analisis skor rata-rata dari responden yang dipekerjakan menunjukkan bahwa pengalaman akademis mereka di GCBS relevan dengan pekerjaan mereka saat ini. Lebih lanjut, sebagian besar siswa merasa puas dengan program yang dijalankan di GCBS. Selain itu, para lulusan berpendapat bahwa kelas pelatihan untuk Ujian Pendahuluan dan Ujian Dinas Sipil Bhutan (BCSE) yang disediakan oleh manajemen sangat bermanfaat bagi mereka (Dorji & Singh, 2020).

Isian Tracer Study

Tracer sudy  beragam isiannya. Merujuk dari temuan (Cuadra, Aure, & Gonzaga, 2019) tracer study berisi pernyataan atau pertanyaan berkaitan dengan alumni memperoleh pekerjaan melalui jalur apa saja. Kesesuaian pekerjaan dengan program pendidikan yang diambil sebelumnya. Kurikulum Pendidikan relevan dengan persyaratan professional tempat kerja alumni saat pertama lulus atau saat berpindah kerja. Identifikasi kegiatan ekstrakurikuler dan sejumlah mata kuliah/pelajaran opsional sebagai bidang yang perlu perbaikan bagi perguruan tinggi.

Pendapat lain dinyatakan (Siraye, Abebe, Melese, Wale, & Asnakew, 2018) bahwa isian tracer study bisa memberikan masukan bagi perguruan tinggi untuk memberikan bekal bagi calon alumni seperti materi berkait dengan keterampilan pemecahan masalah, keterampilan teknologi informasi, keterampilan beradaptasi terhadap perubahan dan keterampilan mengambil risiko. Selain itu bisa juga melacak dan mengetahui posisi lulusan serta mendapatkan informasi yang dibutuhkan lulusan yang baru lulus atau sudah lama lulus, berapa lama waktu yang dibutuhkan lulusan untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus serta dapat mengetahui kegiatan-kegiatan yang akan dirintis oleh lulusan di kampus (Thomas & Wagiu, 2019).

Secara praksis, tracer study seorang alumni menjawab isian sebagai berikut: biodata, pembiayaan kuliah (sumber dana dalam pembiayaan kuliah), pekerjaan  (Pekerjaan saat ini (termasuk kerja sambilan dan wirausaha). Waktu mulai mencari pekerjaan. Jumlah perusahaan/instansi/institusi yang dilamar (lewat surat atau email) sebelum memperoleh pekerjaan pertama? jumlah perusahaan/instansi/institusi yang merespon lamaran Anda. jumlah perusahaan/instansi/institusi yang mengundang untuk wawancara, waktu yang dihabiskan sebelum dan sesudah kelulusan untuk mendapatkan pekerjaan pertama, waktu yang dihabiskan sesudah lulus untuk mendapatkan pekerjaan pertama, Pekerjaan pertama yang diperoleh, saat mengisi tracer study bekerja di tempat yang sama dengan pekerjaan pertama, pekerjaan sekarang, lama bertahan di pekerjaan pertama, jenis sekolah/perusahaan/instansi tempat bekerja sekarang, pendapatan setiap bulannya, kesesuaian hubungan antara bidang studi dengan pekerjaan,  tingkat pendidikan yang paling tepat/sesuai untuk pekerjaan saat ini, alasan mengambil pekerjaan yang tidak sesuai dengan pendidikan.

Kegiatan pendidikan dan pengalaman pembelajaran. Penekanan metode pembelajaran yang dilaksanakan di program studi. Pekerjaan dan Kompetensi, Hubungan antara studi dengan pekerjaan.

Pada saat lulus, tingkat kompetensi yang dikuasai alumni meliputi pengetahuan di bidang atau disiplin ilmu. Pengetahuan di luar bidang atau disiplin ilmu. Bahasa Inggris/Bahasa Asing Lainnya. Pengetahuan umum, keterampilan internet, keterampilan computer, berpikir kritis, keterampilan riset, kemampuan belajar, kemampuan berkomunikasi, berkerja di bawah tekanan, manajemen waktu, berkerja secara mandiri, berkerja dalam tim/bekerjasam dengan orang lain, kemampuan dalam memecahkan masalah, negosiasi, kemampuan analisis, toleransi, kemampuan beradaptasi, loyalitas, integritas, bekerja dengan orang yang berbeda budaya maupun latar belakang, kepemimpinan, kemampuan dalam memegang tanggungjawab, inisiatif, manajemen proyek/program, kemampuan untuk mempresentasikan ide/produk/laporan, kemampuan dalam menulis laporan, memo dan dokumen, serta kemampuan untuk terus belajar sepanjang hayat.

Pada saat lulus, kontribusi perguruan tinggi dalam hal kompetensi meliputi pengetahuan di bidang atau disiplin ilmu. Pengetahuan di luar bidang atau disiplin ilmu. Bahasa Inggris/Bahasa Asing Lainnya. Pengetahuan umum, keterampilan internet, keterampilan computer, berpikir kritis, keterampilan riset, kemampuan belajar, kemampuan berkomunikasi, berkerja di bawah tekanan, manajemen waktu, berkerja secara mandiri, berkerja dalam tim/bekerjasam dengan orang lain, kemampuan dalam memecahkan masalah, negosiasi, kemampuan analisis, toleransi, kemampuan beradaptasi, loyalitas, integritas, bekerja dengan orang yang berbeda budaya maupun latar belakang, kepemimpinan, kemampuan dalam memegang tanggungjawab, inisiatif, manajemen proyek/program, kemampuan untuk mempresentasikan ide/produk/laporan, kemampuan dalam menulis laporan, memo dan dokumen, serta kemampuan untuk terus belajar sepanjang hayat.

Perguruan tinggi harus benar-benar menyiapkan tracer study sesuai kebutuhan alumni, perguruan tinggi, serta pengembangan kurikulum dan kelembagaan melalui online.

Tracer Study dan Akreditasi

Akreditasi 9 kriteria sekarang ini sangat ketat berkaitan dengan pealcakan alumni (tracer study). Ukuran untuk kegiatan ini pada tingkat program studi, pelaksanaanya mencakup 5 aspek sebagai berikut: 1) pelaksanaan tracer study terkoordinasi di tingkat PT, 2) kegiatan tracer study dilakukan secara reguler setiap tahun dan terdokumentasi, 3) isi kuesioner mencakup seluruh pertanyaan inti tracer study DIKTI. 4) ditargetkan pada seluruh populasi (lulusan TS-4 s.d. TS-2), 5) hasilnya disosialisasikan dan digunakan untuk pengembangan kurikulum dan pembelajaran  (BAN PT, 2019). Jika kelimanya dilakukan program studi, maka nilai pada kriteria Luaran Dharma Pendidikan akan mendapatkan nilai angkat empat.

Akreditasi Perguruan Tinggi, tracer study ruang lingkup sama dengan program studi dengan penambahan tingkat kepuasan pengguna lulusan dinilai terhadap aspek 1 : Etika, 2 : Keahlian pada bidang ilmu (kompetensi utama), 3 : Kemampuan berbahasa asing, 4 : Penggunaan teknologi informasi, 5 : Kemampuan berkomunikasi, 6 : Kerjasama tim, 7 : Pengembangan diri, serta Tingkat dan ukuran tempat kerja lulusan  (BAN-PT, 2019).  

Tuntutan yang ada mengharuskan perguruan tinggi selalau berkomunikasi dengan stakeholder secara intensif, agar tidak out of date pengembangan keilmuannya. Disamping itu alumni yang dihasilkan diterima di lapangan kerja dan atau bisa mandiri untuk membuat lapangan kerja, sehingga bisa menjadi solusi dan bukan menjadi trouble maker.

 

Rujukan

BAN PT. (2019). MATRIKS PENILAIAN LAPORAN EVALUASI DIRI DAN LAPORAN KINERJA PROGRAM STUDI. Jakarta: BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI. Retrieved from https://www.banpt.or.id/wp-content/uploads/2019/10/Lampiran-6e-PerBAN-PT-5-2019-tentang-IAPS-Matriks-Penilaian-Program-Sarjana-Terapan-1.pdf

BAN-PT. (2019). Panduan Penyusunan Laporan Evaluasi Diri, Panduan Penyusunan Laporan Kinerja Perguruan. Jakarta: BAN-PT. Retrieved from http://lpm.iainptk.ac.id/wp-content/uploads/2019/05/Lampiran_PerBAN-PT_59_2018_Matriks_Penilaian_APT_PTA_PTN_Satker.pdf

Cuadra, L., Aure, M. R., & Gonzaga, G. (2019). The Use of Tracer Study in Improving Undergraduate Programs in the University. ASIA PACIFIC HIGHER EDUCATION RESEARCH JOURNAL, 13-25. Retrieved March 3, 2021, from https://www.researchgate.net/publication/335429907_The_Use_of_Tracer_Study_in_Improving_Undergraduate_Programs_in_the_University

Dorji, N., & Singh, K. B. (2020). TRACER STUDY: AN ANALYSIS OF 2018 GRADUATES OF GEDU COLLEGE OF BUSINESS STUDIES, BHUTAN. International Journal of Advanced Science and Technology, 29(06), 1680 – 1686. Retrieved March 4, 2021, from http://sersc.org/journal

ITB Career Center. (2014). Tracer Study. Bandung: ITB. Retrieved March 3, 2021, from https://tracer.itb.ac.id/id/tentang/tentang-tracer-study

Schiefelbein, E., & Farrell, J. (1987). Tracer Studies. Economics of Education Research and Studies, 382-385. doi:10.1016/B978-0-08-033379-3.50084-X

Schomburg, H. (2003). Handbook for Graduate Tracer Studies. Centre for Research on Higher Education and Work, University of Kassel, Jerman.

Siraye, Z., Abebe, T., Melese, M., Wale, T., & Asnakew, Z. (2018). A tracer study on employability of business and economics graduates at Bahir Dar University. International Journal of Higher Education and Sustainability, 2(1), 45-63. doi:10.1504/IJHES.2018.10013675

Thomas, G. G., & Wagiu, E. (2019). Graduate Tracer Study Design System Using Web-Based GPS(Case Study Universitas Advent Indonesia). International Scholars Conference, 7, pp. 1826-1841. Retrieved March 3, 2021, from https://jurnal.unai.edu/index.php/isc/article/view/2006/1504

Penulis

Dr. H. Muhammad Munadi, M.Pd
Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah IAIN Surakarta

Komentar ditutup.