Bg

Tumblr dan Produksi Literasi

Diterbitkan tanggal 18 Juli 2016

Dewi Nur Fitriana

Dewi Nur Fitriana

Sejarah pendidikan telah melahirkan banyak genre penulis. Catatan harian Soe Hok Gie dan catatan kontemplasi Ahmad Wahib, adalah dua contoh. Catatan tersebut tidaklekang di tengah pergolakan zaman yang terus berevolusi. Soe Hok Gie dan Catatan Harian Seorang Demonstran, dijadikan rujukan pergerakan mahasiswa. Catatan Ahmad Wahib,Pergolakan Pemikiran Islam, meskipun menimbulkan kontroversi, terus dikaji oleh pemuda Islam.

Pendidikan dan tulisan tidak akan lepas dari praktik sosial bernama “demonstrasi”.Sebagai wadah pemberdayaan perbaikan masyarakat, pendidikan dapat dijadikan salah satu acuan rekayasa sosial negeri ini. Menulis erat kaitannya dengan dunia pendidikan. Mahasiswa dituntut keras untuk aktif memproduksi tulisan. Pembuatan makalah adalah salah satu cara untuk mengembangkan kreatifitas menulis. Namun ironis, mahasiswa dan dosen masih minim kesadaran berbudaya literasi.

Berbudaya literasi di lingkungan dosen masih minim. Pemerintah membuka 10.000 kuota untuk sertifikasi dosen (Serdos). Seleksi tahap pertama dari 6.000 yang terjaring hanya lolos 4.000 dosen. Kegagalan dosen dalam seleksi tahap administrasi dikarenakan dalam membuat analisi kemampuan melakukan plagiat atau copy paste. Seakan menulis bukan lagi hal yang harus dipertahankan eksistensinya. Ali Ghufron Mukti (beritasatu.com,15/07/2016), “Mereka rata-rata melakukan copy paste dari dosen lain. Padahal analisis diri berisi tentang deskripsi diri yang berisikan pengalaman diri sebagai dosen yang dituangkan dalam tulisan yang kemudian dinilai oleh asesor internal sebanyak 24 items.”

Saat ini sulit menemukan tulisan mahasiswa yang dapat dijadikan sebuah referensi terpercaya. Praktik plagiat yang marak dikalangan mahasiswa maupun dosen menjadi hal biasa di lingkungan kampus. Menulis digalakkan, tetapi plagiat dibiarkan terus berkembang. Seringkali disampaikan oleh dosen maupun pembicara dalam seminar kepenulisan bahwa mahasiswa harus membangkitkan budaya aktivisme literasi: membaca, menulis, dan berdiskusi. Namun, hingga hari ini aktivisme literasi semakin mundur dan nyaris hilang. Aktivis mahasiswa lebih banyak orasi tanpa memberi solusi. Lebih banyak berteriak dari pada menulis menghiasi kolom  suara mahasiswa maupun opini. Tidak heran jika mahasiswa saat ini banyak yang lulus dengan sarjana karbitan sehingga sulit bersaing mengikuti perkembangan. Perkembangan media sosial yang pesat dan penggunaannya di berbagai kalangan menjadikan teknologi merajai diri manusia. Namun tidak semua media sosial memiliki dampak yang buruk bagi perkembagan dunia literasi di Indonesia.

 

Gagal Blokir

Wacana pemblokiran salah satu situs yang memuat tulisan mahasiswa yang telah menghasilkan karya gagal berkat petisi yang dibuat oleh komunitas tumblr yang tergabung dalam tumbloggerkita. Pemblokiran tumblr sebagai media sosial yang sangat funny dan tampilan yang menarik dikecam oleh penggunan yang kebanyakan adalah remaja dan mahasiswa. Berbagai kritik pedas dituliskan penggunanya untuk menyelamatkan tulisan dan komunitas menulis yang selama ini telah memiliki berbagai cabang regional.

Tumblr adalah sebuah platform mikroblog sederhana yang memiliki berbagai fasilitas didalamnya. Mikoblog ini didirikan oleh David Karp pada tahun 2007. Melalui tumblr pengguna Fanblog dapat berbagi jenis postingan yaitu dalam bentuk teks, foto, video, link, quote dan chat. Pengguna dapat pula melakukan penyebaran informasi melalui fasilitas re-blog dan dapat dipublikasikan di berbagai media sosial lainnya seperti facebook, instagram maupun twitter.

Hujan Matahari dan Lautan Langit adalah salah satu karya artis tumblr Kurniawan Gunadi yang diterbitkan secara selfpublishing bersama dengan Teman Imaji karya Mutia Prawitasari. Kedua karya tersebuat adalah salah satu contoh keberhasilan tumblr sebagai platfrom mikroblog dan jejaring sosial yang memiliki banyak fitur seperti quotes, foto maupun video. Kurniawan Gunadi dan  Mutia Prawitasari merupakan alumni Institut Teknologi Bandung. Keduanya menjadikan menulis sebagai suatu kegiatan yang mengasyikan sehingga dalam waktu sibukpun tetap meluangkan waktu untuk menulis di mikroblog tersebut.

Budaya literasi di tumblr unik dan menyenangkan. Budaya menulis anak muda yang ringan dibaca dan dengan tampilan yang menyenangkan dapat menarik generasi muda untuk mulai belajar menulis dari hal kecil terlebih dahulu. Pemanfaatan mikroblog tumblr memiliki banyak keuntungan yang dapat menambah wawasan pengetahuan dunia kepenulisan maupun fotografi.

Sebagai mikroblog yang berusia lebih muda dari blogspot dan wordpres, tumblr mampu bersaing dengan tampilannya yang ringan dan mengikuti selera generasi muda. Tumblr memiliki perbedaan yang cukup signfikan dari blogspot. Seperti pengaturan dan tambahan aksesoris yang dapat mempercantik blog tidak dimiliki oleh tumblr seperti kalender dan jam.

Kelebihan yang diberikan tumblr diantaranya fasilitas template yang disediakan tumblr lebih banyak dari blogspot, lebih user friendly digunakan dan untuk promosi tidak dikenai biaya.Budaya literasi yang unik di tumblr memiliki karakteristik tulisan yang berbeda dari media sosial yang lainnya.

Kita dan Tumblr

Sebagai perguruan tinggi yang berlatar belakang keagamaan, mahasiswa IAIN Surakarta dapat menjadikan tumblr sebagai media untuk diskusi wawasan keilmuan Islam dengan berbagai pengguna dari perguruan tinggi lain. Pandangan keilmuan yang berbeda dapat mengembangkan pemikiran antar perguruan tinggi dengan wawasan keilmuan Islam yang dimilikinya. Dengan fitur ask atau tanya jawab yang di sediakan di halaman utama, pengguna lain dapat bertanya dan berdiskusi mengenai suatu topik.

Mahasiswa bukan sekedar mencari keilmuan instan dengan media sosial. Sebagai mahasiswa yang hidup di lingkungan kampus islam, media sosial tidak sepenuhnya buruk. Tumblr mampu menambah produksi literasi dari segi karya sastra seperti kumpulan puisi, prosa dan novel. Jika karya ilmiah dirasa berat untuk dituliskan maka menulis sastra dapat menjadi awalan yang ringan untuk belajar menulis. Menulis tanpa menggurui dengan berkarya dari pemikiran sendiri.

Untuk menumbuhkan kesadaran membaca dan menulis, pemuda saat ini membutuhkan media yang menarik dan mudah untuk di akses. Berkarya tidak harus mahal, membaca tidak harus buku dan menulis tidak harus dengan pena. Ketersedian mikroblog dan media sosial lainnya harus dimanfaatkan sebaik-baiknya demi kemajuan literasi di Indonesia.

Pemuda Indonesia saat ini masih sedikit yang produktif untuk menghasilkan tulisan baik sastra maupun ilmiah. Di media cetak maupun elektronik masih dipenuhi tulisan-tulisan para tokoh yang itu-itu saja. Media sosial jika dimanfaatkan dengan baik maka akan menghasilkan sebuah karya yang pantas diberi apresiasi.

Penulis

Dewi Nur Fitriana
Mahasiswa Bidikmisi 2015 ( Jurusan Tadris Bahasa Indonesia)

Komentar ditutup.