Bg

Untuk Mewujudkan Keadilan dan Kesetaraan Gender, IAIN Surakarta Adakan Sosialisasi PPRG dan ARG

Diterbitkan tanggal 25 Agustus 2016

SINAR – Untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta menggelar sosialisasi Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) dan Anggaran Responsif Gender (ARG) Bidang Pendidikan Islam di ruang Senat, kampus setempat, Kamis (25/8).

Kegiatan ini diadakan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam Pembangunaan Nasional dengan diikuti oleh 28 peserta internal kampus. Instruksi ini telah mengamanatkan kepada semua Kementerian dan Lembaga Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk mengintegrasikan PUG pada saat menyusun kebijakan, program dan kegiatan.

Dr. Abdul Matin, Wakil Rektor Bidang Akademik dalam sambutannya mengatakan bahwa IAIN Surakarta ikut aktif dalam melaksanakan PPRG untuk membuat ARG dan akan segera mengimplementasikan secepat mungkin. ”Mewujudkan keadilan gender untuk memperoleh akses, partisipasi, proses, kontrol, dan manfaat agar semua dapat menikmati hasil yang ada,” terangnya. “IAIN Surakarta juga menjadi pilot project kementerian sebagai icon baru dalam pelaksanaan PPRG,” imbuhnya.

Acara ini menghadirkan dua pemateri dari Setditjen Pendis, Kastolan, S.Pd., M. Si yang menyampaikan tentang Kebijakan PPRG dan Farhatin Ladia, S.Sos., M. Si yang menyampaikan tentang Isu Gender Dalam Bidang Pendidikan.

Kastolan dalam materinya menerangkan bahwa penerapan PUG ini bertujuan untuk mendorong terwujudnya keadilan dan kesetaraan gender (KKG) dalam bidang pendidikan Islam dengan cara mengintegrasikan PUG kedalam setiap perencanaan yang disusun; memfasilitasi pelaksanaan PUG dalam bidang pendidikan Islam; melakukan pembinaan PUG kepada perencana dan pelaksana program dan kegiatan bidang pendidikan Islam; melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan PUG di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam; melakukan koordinasi lintas unit kerja Eselon I dalam bidang PUG di lingkungan Kementerian Agama; dan untuk melakukan koordinasi antar kementerian dalam bidang PUG.

Sedangkan manfaat  menyelenggarakan PUG adalah untuk memperoleh akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat yang sama dari hasil pembangunan.

Menurut Farhatin, isu gender dalam peningkatan kualitas pendidikan meliputi berbagai topik yang berkaitan dengan kondisi, peran, posisi, tanggung jawab, dan pengalaman perempuan dan laki-laki, atau relasi di antara keduanya baik dalam kehidupan domestik maupun public. Isu gender dapat terjadi di semua bidang pembangunan, seperti politik, ekonomi, kesehatan, keluarga, keagamaan, pendidikan, dan lain-lain. Karena itu, perspektif gender merupakan cross cutting issues. Farhatin mengatakan isu gender sangat berpengaruh terhadap hasil pembangunan, karena itu mengintegrasikan gender dalam berbagai bidang pembangunan menjadi suatu keniscayaan, termasuk bidang pendidikan. Dengan demikian Pengabaian isu gender dapat menjadi sebab kegagalan sebuah pembangunan, sebaliknya mengintegrasikan gender dalam pembangunan akan berdampak pada terwujudnya masyarakat yang demokratis, setara dan berkeadilan. ARG tidaklah fokus pada penyediaan ARG tapi lebih kepada mewujudkan keadilan bagi perempuan dan laki-laki.

Tato Priyo Sulistiyo, kasubbag perencanaan IAIN Surakarta menyatakan bahwa sosialisasi ini hanyalah salah satu rangkaian kegiatan yang nantinya akan diikuti dengan  pelatihan dan pendampingan PPRG dan ARG. “Produk dari kegiatan ini adalah  Gender Budgeting Statement (GBS) dan Gender Analizing Pathway (GAP) pada tahun 2017 di IAIN Surakarta,” terangnya.

Komentar ditutup.