Bg

Visitasi Perubahan Bentuk IAIN Surakarta Menjadi UIN Surakarta

Diterbitkan tanggal 10 Desember 2019

SINAR- Salah satu impian civitas akademika maupun masyarakat Surakarta yang merindukan Universitas Islam Negeri di wilayah Surakarta dan sekitarnya sebentar lagi akan terwujud. Setelah ramai terdengar kabar alih status IAIN Surakarta menjadi UIN Surakarta, hari ini Selasa (10/12) IAIN Surakarta kedatangan tamu seorang asesor Prof. Dr. H. Ahmad Thib Raya, M.A. didampingi dua orang pendamping yaitu Lilis Tsuroya H., M.Si selaku Kasi Bina Kelembagaan PTKIN dan Ratnasari Nurhayati Yusuf selaku staf bagian keuangan Ditjen Pendis, dalam rangka Visitasi Perubahan Bentuk IAIN Surakarta Menjadi UIN Surakarta. Acara yang bertempat di Ruang Sidang Senat Rektorat IAIN Surakarta tersebut dihadiri oleh seluruh pucuk pimpinan baik di Rektorat Fakultas maupun Lembaga.

Kami beserta seluruh jajaran di IAIN Surakarta siap mendengarkan arahan dari Prof. Thib ungkap Rektor IAIN Surakarta Prof. Dr. H. Mudofir, S.Ag., M. Pd. mengawali sambutannya. Kemudian beliau menyampaikan bahwasannya IAIN Surakarta dari tahun ke tahun terus mempersiapkan proposal alih status, mulai dari sarana prasarana, guru besar yang terus bertambah, juga akreditasi prodi yang mendapatkan nilai A, tambahnya. Persiapan-persiapan terus kita matangkan dengan semangat pengabdian demi meningkatkan mutu dibidang pendidikan, sambungnya. Mudah-mudahan para asessor dapat mengantarkan dan menurunkan DNA UIN kepada IAIN Surakarta dan hari ini akan menjadi catatan sejarah awal mula kelahiran UIN Surakarta, tutup beliau.

Menanggapi hal tesebut Prof. Dr. H. Ahmad Thib Raya, M.A. mewakili asessor menyampaikan bahwa kami mendapatkan tugas untuk melakukan visitasi perubahan IAIN Surakarta menjadi UIN Surakarta sehingga kami harus siap membantu secara moril, katanya. Beliau juga menyampaikan visaitasi ini dalam rangka meninjau sarana prasarana kesiapan IAIN berubah menjadi UIN, kemudian pengecekan borang dalam rangka memenuhi kriteria yang dibutuhkan dan yang terakhir adalah wawancara mencocokan dengan data yang tertulis, sambungnya. Hal ini dilakukan bukan dalam rangka mempersulit tetapi melengkapi kriteria yang telah ditentukan, dan semoga kami bertiga bisa pulang membawa hasil yang memuaskan, tutupnya. (Zat/Humas dan Publikasi)

Komentar ditutup.