Bg

WD III FEBI: Sopo Tekun Golek Teken Bakal Tekan

Diterbitkan tanggal 23 Mei 2018

SINAR- Program Asistensi Keagamaan dan Kepribadian Islam (PAKKIS) Institut Agama Islam Negeri Surakarta mengadakan Seminar Al-Quran dengan tema Menumbuhkan Kecintaan Al-Quran Mewujudkan Generasi Qur’an pada Rabu (23/5). Bertempat di Gedung Graha IAIN Surakarta acara tersebut diikuti oleh seluruh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) semester dua. PAKKIS sendiri merupakan sebuah program hiden kurikulum untuk membentuk mahasiswa yang berkepribadian islam melalui program asistensi keagamaan.

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama FEBI Dr. Awan Kostrad Diharto, S.E., M.Ag. menyampaikan pentingnya keterkaitan mencintai Al-Quran sebagai hal yang dinamis agar dapat mengikuti perkembangan jaman. Beliau juga berpesan dengan memiliki kepribadian islam dan memahami ekonomi adalah hal yang menjadi nilai tambah sebagai mahasiswa. Sebagai penutup beliau memberikan motivasi kepada para mahasiswa “sopo tekun golek teken bakal tekan” artinya barang siapa yang tekun mencari pegangan hidup (ilmu) akan sampai pada tujuan yang dicita-citakan.

Pada kesempatan tersebut menghadirkan dua narasumber penghafal Quran Ustadz Rudy yang merupakan pengasuh serta pembina Rumah Quran Haramain serta Luthfi. H yang merupakan salah seorang hafidz mudayang telah menyelesaikan hafalannya sejak masih duduk di bangku SMP.  Pada kesempatan tersebut Ustadz Rudy menyampaikan motivasi-motivasi kepada para mahsiswa agar senantiasa mencintai Al-Quran dan jangan mau kalah dengan para hafidz-hafidzoh yang telah hafal 30 juz meskipun mereka memiliki keterbatasan fisik maupun mental. Disisi lain Luthfi menceritakan pengalaman-pengalaman menariknya berkaitan dengan para pengahafal Quran agar dapat memotivasi para mahasiswa untuk turut serta membumikan Al Quran melalui hafalan Al Quran.

Dengan kehadiran kedua narasumber tersebut diharapkan dapat menambah motivasi mahasiswa dalam kecintaan mereka kepada Al-Quran serta menumbuhkan bibit-bibit baru calon hafidz dan hafidzoh di Indonesia. (MgShz/Humas Publikasi) #BanggaIAINSurakarta

Komentar ditutup.