Bg

Workshop Pengembangan Model Blended Learning UIN RM Said Surakarta

Diterbitkan tanggal 22 Oktober 2021


SINAR- Sub Bagian Akademik Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta mengadakan Workshop Pengembangan Model Blended Learning, Jum’at (22/10), di Ruang Mini Teater P2B UIN Raden Mas Said Surakarta. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk menggabungkan teknik pembelajaran tatap muka dan E-Learning yang disusun secara terintegrasi dan disesuaikan dengan tujuan pembelajaran sehingga proses belajar mengajar akan menjadi lebih menarik dan bersifat interaktif.

Kegiatan yang dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr. Imam Makruf S.Ag., M.Pd, sekaligus sebagai pembuka acara pada kegiatan ini. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bagaimana LMS (Learning Management System) yang ada di kampus UIN Raden Mas Said Surakarta lebih fleksibel dan mudah digunakan sehingga program-program yang ada di internal kampus dapat terakomodir di LMS dan juga Siakad.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari eksternal kampus yaitu dosen Universitas Sebelas Maret Dr. Daru Wahyuningsih, S. Si., M, Pd., Dan Workshop ini juga dihadiri oleh para dosen muda yang ada di UIN Raden Mas Said Surakarta.

Narasumber menyampaikan materi tentang Blended Learning dan relevansinya terhadap proses pembelajaran di perguruan tinggi Era Revolusi 4.0 beserta contoh-contoh pelaksanaan Blended Learning di institusi asal narasumber. Selain pemaparan materi peserta dan narasumber juga saling bertukar pengalaman tentang praktik Blended Learning yang mereka gunakan. Sesi sharing ini dimaksudkan untuk melihat sistem pembelajaran yang pernah digunakan oleh peserta. Kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar karena antusias dari peserta yang luar biasa dari awal hingga akhir kegiatan.

Melalui kegiatan Workshop ini diharapkan para dosen dan pengelola Pusat Teknologi, Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) bisa lebih mengembangkan model Blended Learning yang ada di UIN Raden Mas Said Surakarta sehingga program-program yang ada dapat lebih variatif. (Nughy/ Humas Publikasi)

Komentar ditutup.