Bg

WR I : IAIN Surakarta Harus Jadi Garda Terdepan Dalam Menghadirkan Islam yang Rahmatan Lil Alamin

Diterbitkan tanggal 19 Februari 2019


SINAR-  Selasa (19/2) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta menyelenggarakan Public Lecture yang mengangkat tema terorisme perempuan fakta dan ikhtiar pencegahannya. Ini merupakan public lecture pertama di tahun 2019, saya mengapresiasi antusiasme para mahasiswa yang hadir di Gedung Graha IAIN Surakarta, anak milenial tapi masih suka dialog dan diskusi seperti ini, ungkap Wakil Rektor I Bidang Akademik Dan Pengembangan Lembaga Dr. H. Abdul Matin Bin Salman, Lc. M.Ag.

Selain itu beliau juga menyampaikan, meskipun akhir-akhir ini jarang terdengar pemberitaan mengenai terorisme dan radikalisme, bukan berarti kampanye menolak radikalisme maupun terorisme berhenti, IAIN Surakarta harus menjadi garda terdepan dalam menghadirkan islam yang rahmatan lil alamin, menjadi benteng NKRI di dalam masyarakat dan maupun di lingkungan mahasiswa, tegasnya.

Leebarty Taskarina, M.Krim dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), selaku narasumber yang pertama menyampaikan bahwa, dahulu terorisme perempuan jarang sekali terdengar di Indonesia, mereka hanya menjadi korban sebagai istri teroris, namun baru-baru ini seperti yang terjadi di Surabaya terorisme dilakukan oleh perempuan beserta anak-anaknya, hal ini menimbulkan kekhawatiran dan harus dilakukan pencegahan sedini mungkin.

Sementara itu narasumber kedua Khoirul Anam, M.A., selaku progam manager Qureta.com mengatakan bahwa terorisme tidak dibenarkan di semua ajaran agama manapun, tidak ada satu pun agama yang mengajarkan kekerasan, tegasnya.

Sepakat dengan kedua narasumber sebelumnya Wakil Rektor I IAIN Surakarta sebagai narasumber terakhir menyampaikan bahwa IAIN Surakarta harus steril dari doktrin-doktrin ajaran menyesatkan tentan radikalisme dan terorisme, kita sisir betul potensi-potensi yang dapat menimbulkan paham radikal, mulai dari kurikulum bahkan kegiatan-kegiatan mahasiswa harus kita pantau agar perguruan tinggi bersih dari ideologi anti islam anti NKRI dan mewujudkan islam yang rahmatan lil alamin, tutupnya. (Zat/Humas Publikasi) #BanggaIAINSurakarta

Komentar ditutup.