Bg

Efektifitas Pembelajaran Berbasis Daring/ E-Learning Dalam Pandangan Siswa

Diterbitkan tanggal 23 Juni 2020
Oleh: Nisaul Choiroh

(Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris IAIN Surakarta)

Disusun sebagai untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Pendidikan Islam- Dosen Pengampu: Dwi Utami, S.Pd.I., M.Pd

Abstrak

Perkembangan pendidikan saat ini dipengaruhi oleh pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Salah satu teknologi informasi yang ikut berperan dalam dunia pendidikan adalah pembelajaran Daring. Pembelajaran daring berfungsi sebagai penghubung antar pendidik dengan siswanya dengan jaringan internet yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja. Media daring yang digunakan subjek penelitian adalah bermacam- macam (WhatsApp, Google Classroom, Website).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektifitas dalam pemebelajaran daring. Metode yang dikumpulkan dalam pengumpulan data adalah tanya jawab kepada narasumber yaitu siswa SMP dan SMA melalui WhatsApp. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa
Kata kunci: Daring, Siswa, Efektifitas

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era Industri 4.0 telah memiliki pengaruh yang besar terhadap proses pengajaran dan pembelajaran. Kemudahan akses teknologi telah digunakan oleh para pengajar untuk memudahkan proses pembelajaran. Akses teknologi juga mampu meningkatkan kualitas pendidikan. Sejak ditemukannya teknologi internet, hampir segalanya menjadi mungkin dalam dunia pendidikan. Saat ini peserta didik dapat belajar tidak hanya dimana saja tetapi sekaligus kapan saja dengan fasilitas sistem electronic learning yang ada. E-learningkini semakin dikenal sebagai salah satu cara untuk mengatasi masalah pendidikan dan pelatihan, baik di negara-negara maju maupun di negara yang sedang berkembang, khususnya Indonesia. Banyak orang menggunakan istilah yang berbeda-beda untuk e-learning namun pada prinsipnya e-learning adalah pembelajaran yang menggunakan jasa elektronik sebagai alat bantunya.

Seperti yang telah disampaikan oleh Keengwe & Georgina dalam penelitiannya telah menyatakan bahwa perkembangan teknologi memberikan perubahan terhadap pelaksanaan pengajaran dan pembelajaran (Keengwe & Georgina, 2012). Teknologi informasi dapat diterima sebagai media dalam melakukan proses pendidikan, termasuk membantu proses belajar mengajar, yang juga melibatkan pencarian referensi dan sumber informasi (Wekke & Hamid, 2013).

Penyampaian materi melalui daring dapat bersifat interaktif sehingga peserta belajar mampu berinteraksi dengan komputer sebagai media belajarnya. Sebagai salah satu contoh siswa yang menggunakan pembelajaran media elektronik atau menjalin hubungan (browsing, chatting, vidiocall) melalui media elektronik, dalam hal ini komputer dan internet nantinya akan memperoleh hasil belajar yang lebih efektif dan baik dari pada pembelajaran konvensional.

Penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan efektivitas serta kualitas proses pembelajaran yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hasil belajar siswa. Penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar memiliki beberapa manfaat diantaranya: (1) Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa, (2) Bahan pengajaran akan lebih jelas sehingga siswa dapat memahami dan menguasai tujuan pengajaran dengan baik, (3) Metode mengajar akan lebih bervariasi, (4) Siswa akan lebih banyak melakukan interaksi dalam kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan penjelasan guru tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, mendemonstrasikan dan lain – lain.

B. Deskripsi Teori

  1. Efektivitas

Menurut Hidayat (1986) efektivitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target (kuantitas,kualitas dan waktu) telah tercapai. Dimana makin besar presentase target yang dicapai, makin tinggi efektivitasnya. Sedangkan Handoko (1997:7) menjelaskan bahwa efektivitas merupakan kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau peralatan yang tepat untuk pencapaian tujuan yang ditetapkan. Efektivitas tingkat kemampuan untuk mencapai tujuan dengan tepat dan baik (Devung, 1988:25).

Steers (1985:87) menjelaskan bahwa efektivitas adalah jangkauan usaha suatu program sebagai suatu sistem dengan sumber daya dan sarana tertentu untuk memenuhi tujuan dan sasarannya tanpa melumpuhkan cara dan sumber daya itu serta tanpa memberi tekanan yang tidak wajar terhadap pelaksanaannya. Dalam pembelajaran diperlukan perencanaan yang matang, pembuatan perangkat pembelajaran, pemilihan strategi, media, teknik, model pembelajaran, hingga evaluasi pembelajaran yang semua itu saling berkesinambungan. Perlunya penggunaan model – model pembelajaran yang efektif dan inovatif agar dalam pembelajaran yang dilakukan dapat lebih variatif dan berjalan lancar. Penggunaan model pembelajaran tersebut juga disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan sehingga kesesuaian antara keduanya dan semua komponen menjadi tepat guna.

Salah satu indikator efektivitas belajar adalah tercapainya sebuah tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran tercapai secara maksimal maka dapat dikatakan pembelajaran mencapai efektivitasnya. Di samping itu, keterlibatan siswa secara aktif menunjukkan efisiensi pembelajaran. Proses belajar mengajar dikatakan efektif apabila pembelajaran tersebut dapat mencapai tujuan yang diharapkan serta siswa dapat menyerap materi pelajaran dan mempraktekkannya.

Metode dan strategi pembelajaran kini mengalami pergeseran dengan mengarah pada perubahan paradigma pendidikan. Hal itu berpengaruh pada fungsi pendidik sebagai fasilitator, mediator dan motivator dalam proses pembelajaran. Guru selalu dianggap sebagai pusat pembelajaran, tapi sekarang telah berubah menjadi siswa sebagai pembelajaran itu sendiri. Salah satu penyebabnya antara lain adalah faktor pesatnya kemajuan teknologi informasi mengharuskan terjadinya perubahan paradigma proses pembelajaran yang dilaksanakan seluruh siswa.

2. E- Learning/ Daring

Menurut Koran (2002) E-learning sebagai sembarang pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran, interaksi, atau bimbingan. Hartley (2001) menjelaskan bahwae E-learningmerupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer lain. Rosenberg (2001) menekankan bahwa E-learningmerujuk pada penggunaan teknologi internet untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.

E-learning telah mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis. E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan atau materi pelajaran, peserta didik dengan guru atau instruktur maupun sesama peserta didik. Peserta didik dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan – bahan belajar setiap saat dan berulang – ulang, dengan kondisi yang demikian itu peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran. Di dalam E-learning, yang mengambil peran guru adalah komputer dan panduan – panduan elektronik yang dirancang oleh “contents writer”, designer E-learning dan pemrogram komputer.

C. Rumusan Masalah

  1. Apakah pembelajaran berbasis daring terbukti efektif berdasarkan pengalaman siswa?
  2. Apa kelebihan dan kekurangan daring berdasarkan pengalaman siswa?
  3. Bagaimana suasana penerapan daring dalam proses pembelajaran?
  4. Perbaikan apa saja yang siswa harapkan agar penerapan daring menjadi lebih baik?   

D. Tujuan Penelitian

Dalam penelitian yang dilakukan oleh penulis ini memiliki tujuan sebagai berikut:

  1. Mengetahui efektifitas daring berdasarkan pengamalan siswa
  2. Mengetahui kelebihan dan kekurangan  daring berdasarkan pengalaman siswa
  3. Mengetahui suasana pembelajaran berbasis daring berdasarkan pengalaman siswa.
  4. Mengetahui harapan siswa mengenai hal yang harus diperbaiki agar penerapan daring menjadi lebih baik

PEMBAHASAN

A. Data Penelitian

Peneliti melakukan wawancara dengan narasumber yaitu 4 siswa SMA dan 1 Siswa SMP, total narasumber adalah 5 orang.

1.Analisis Data

a. Efektifitas Daring Berdasarkan Pengalaman Siswa

Peneliti melakukan wawancara kepada subjek penelitian terkait pengalaman mereka tentang efektifitas daring dalam pembelajaran. Hasilnya 2 dari 5 responden merasakan  bahwa pembelajaran daring lebih efektif dan 3 responden menyatakan bahwa pembelajaran face to face dirasa lebih efektif. Mereka merasakan bahwa pengaplikasian pembelajaran daring yang mereka peroleh hanya berpusat pada pemberian tugas,rasio pemberian materi sangatlah kecil. Selain itu akses bertanya juga tidak seluas pada saat pembelajaran face to face, baik bertanya terhadap guru maupun teman.

b. Kelebihan dan Kekurangan Daring Berdasarkan Pengalaman Siswa

Peneliti melakukan wawancara kepada subjek penelitian terkait pengalaman mereka tentang kelebihan dan kekurangan pembelajaran berbasis daring. Pengalaman yang dirasakan siswa mengenai kelebihan dan kekurangan daring sangat variatif, diantaranya:

Kelebihan:

  1. Siswa merasa lebih santai dan senang
  2. Siswa merasa punya lebih banyak waktu dirumah bersama keluarganya
  3. Siswa merasa punya lebih banyak waktu beristirahat dan bersantai
  4. Siswa merasa lebih rileks dan tidak tegang

Kekurangan:

  1. Siswa merasa boros dikarenakan kuota jadi cepat habis
  2. Siswa merasa lebih sulit memahami materi yang disampaikan oleh guru
  3. Siswa merasa sedih karena uang jajan yang didapatkan berkurang
  4. Siswa merasa kegiatan sosial dengan teman-temanya terhambat

c. Suasana Pembelajaran Berbasis Daring Berdasarkan Pengalaman siswa

Peneliti melakukan wawancara kepada subjek penelitian terkait pengalaman mereka tentang suasana yang mereka rasakan pada saat pembelajaran berbasis daring. Hasilnya 2 responden menyatakan bahwa pembelajaran daring dirasa tidak menyenangkan, mereka merasakan beberapa kendala seperti adanya gangguan sinyal pada saat pembelajaran berlangsung. Sedangkan 3 responden lainya menyatakan bahwa pembelajaran daring dirasa lebih menyenangkan, mereka merasakan bahwa pembelajaran daring lebih efisien untuk dilaksanakan.

d. Harapan Siswa Mengenai Hal-Hal Yang Harus Diperbaiki Pada Penerapan Daring

Peneliti melakukan wawancara kepada subjek penelitian terkait pengalaman mereka mengenai perbaikan yang harusnya dilakukan pada saat penerapan daring agar pembelajaran berbasis daring bisa menjadi lebih baik. Saran yang responden berikan sangat variatif, seperti:

  1. Penjelasan materi pembelajaran: Siswa berharap para guru tetap memberikan penjelasan mengenai materi pembelajaran. Siswa merekomendasikan penjelasan materi melalui video, mereka merasa materi mudah diterimadan dipahami.
  2. Mengikuti tren kemajuan teknologi: Siswa berharap para guru mampu mengikuti tren kemajuan teknologi yaitu dengan memanfaatkanaplikasi/ sosial media yang sedang disukai para siswa, dengan begitu siswa merasalebih antusias,semangat, dan tidak mudah bosan. Siswa merekomendasikan sesekali pembelajaran bisa dilakukan dengan IG Live, mereka merasa senang dan ketika melakukan sesi tanya jawab merasa dipermudah.

PENUTUP

A. Kesimpulan

Kemajuan teknologi memberikan dampak besar terhadap perkembangan pendidikan, para pendidik memanfaatkanya untuk mempermudah proses belajar mengajar serta meningkatkan kualitas pendidikan. Berikut pandangan siswa tehadap efektifitas pembelajaran berbasis daring:

1.Mayoritas siswa merasa pembelajaran daring dirasa tidak efektif, karena dalam praktiknya guru lebih dominan dalam pemberian tugas bukan penjelasan materi.

2.Siswa merasa ada kelebihan dan kekurangan dalam pelaksanaan daring, seperti:

Kelebihan:

  • Siswa merasa lebih santai dan senang
  • Siswa merasa punya lebih banyak waktu dirumah bersama keluarganya
  • Siswa merasa punya lebih banyak waktu beristirahat dan bersantai
  • Siswa merasa lebih rileks dan tidak tegang

Kekurangan:

  • Siswa merasa boros dikarenakan kuota jadi cepat habis
  • Siswa merasa lebih sulit memahami materi yang disampaikan oleh guru
  • Siswa merasa sedih karena uang jajan yang didapatkan berkurang
  • Siswa merasa kegiatan sosial dengan teman-temanya terhambat

3. Mayoritas siswa merasa pembelajaran daring lebih menyenangkan, karena dirasa lebih santai dan efisien.

4. Siswa berharap penerapan daring bisa diperbaiki, seperti rekomendasi siswa yaitu penjelasan materi pembelajaran melalui video dan pemanfaatan kemajuan teknologi (pembelajaran melalui live IG).

Daftar Pustaka

Maudiarti, S. (2018). PENERAPAN E-LEARNING DI PERGURUAN TINGGI . Jalan IKPN Bintaro, Tanah Kusir, Bintaro, Jakarta-Selatan 12330. https://doi.org/10.21009/PIP.321.7

Hakim, L., & Khusniya, I. L. (2019) . EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN BERBASIS DARING:SEBUAH BUKTI PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS . Universitas Islam Negeri Mataram: Jurnal Tatsqif.

Setyosari, P. (2008) . Pembelajaran Sistem Online: Tantangan dan Rangsangan. Dosen Jurusan TEP Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri.

Miarso,Y. (2005). Menyemai benih teknologi pendidikan. Jakarta: Kencana.

Penulis

Nisaul Choiroh
Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris IAIN Surakarta

Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris IAIN Surakarta

Komentar ditutup.