Bg

KLOTEKAN #3 Suguhkan Warna Baru

Diterbitkan tanggal 30 Mei 2018

SINAR– Rabu (30/5) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Sirat kembali adakan pagelaran lomba pentas seni Klotekan #3 di Lapangan Utama IAIN Surakarta. Kegiatan tersebut merupakan salah satu agenda rutin tahunan Teater Sirat, khususnya pada bulan Ramadhan, yang bermaksud untuk membudayakan tradisi gugah-gugah sahur yang memang menjadi ciri khas pada saat bulan Ramadhan dengan mengemasnya kedalam sebuah pertunjukkan yang epic dan kreatif, karena memanfaatkan alat-alat di sekitar yang bukan alat music untuk dijadikan alat musik dan membuat suara-suara yang indah dan selaras.

Klotekan #3 tahun ini memberikan wara baru karena mencakup kalangan yang lebih luas karena peserta dibuka untuk umum, tidak hanya dari kalangan mahasiswa, namun dari siswa-siswa SMA, dan juga masyarakat se Soloraya, mulai dari anak-anak hingga orang tua pun turut serta menjadi bagian dari Klotekan #3.

Dengan diikuti oleh 39 peserta, yang tiap tim nya berjumlah 7 sampai 9 orang, acara klotekan sore itu berlangsung sangat meriah, para peserta maupun penonton pun terlihat sangat antusias mengikuti acara dari awal hingga akhir.  Para peserta datang dengan berbagai kostum yang unik dan berbagai alat-alat yang unik pula, mulai dari botol air mineral, botol syrup, ember, galon, bambu, tutup panci, wajan penggorengan, bahkan rangka motor pun bias dijadikan alat pukul yang menimbulkan suara-suara unik. Tak ketinggalan ada pula 30 stand bazar kuliner yang siap menjadi tempat berbuka puasa sembari klotekan berlangsung.

Didapuk menjadi juri pada kesempatan ini adalah Dr. H. Syamsul Bakri, M.Ag., selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Aji Krsitian yang merupakan seorang praktisi seni dan arranger musik, dan juga Muh. Sofyan, ketiganya di dapuk menjadi juri pada kompetisi yang berjargon “tuthuk tuthuk ben ra ngantuk” ini. Berbagai penghargaan diberikan sebagai apresisasi atas kreatifitas yang disuguhkan, mulai dari Kostum Terbaik, Alat Musik Terunik, bahkan penghargaan khusus turut diberikan kepada salah satu peserta dengan usia tertua.

“UKM Teater Sirat ingin menjadi salah satu wadah seni, khususnya tradisi klotekan gugah-gugah sahur, karena sebenarnya banyak sekali komunitas gugah-gugah sahur yang kreatifitasnya pantas untuk di apresiasi” ujar Dodi Kapsul selaku Ketua Panitia Klotekan #3. “Sementara itu tujuan dari klotekan #3 sendiri adalah untuk memeriahkan moment Ramadhan dan juga turut membranding IAIN Surakarta, bahwa IAIN Surakarta adalah kampus bernafaskan Islam yang menghargai seni” imbuh Kapsul.

“Saya sangat senang, dan sangat menikmati pagelaran Klotekan ini, kedepannya harus diadakan lagi dengan konsep yang serupa namun harus lebih luas lagi jangkauannya dan peserta tidak perlu di batasi, bukan hanya dari Solo raya saja, bahkan kalua bisa digelar seminggu juga gapapa, untuk memeriahkan Ramadhan” komentar Syamsul Bakri .

Keluar sebagai Juara ketiga diraih oleh Resimen Mahasiswa (MENWA) IAIN Surakarta, lalu juara kedua SAESOE dari Institut Seni Indinesia Surakarta, dan juara pertama serta juara umum berhasil didapatkan oleh Lawu Percussion dari Karangpandan Karanganyar. (MgAnz/Humas Publikasi) #BanggaIAINSurakarta

Komentar ditutup.