Bg

Pelatihan Ceramah bagi Mahasiswa

Diterbitkan tanggal 27 Desember 2016

SINAR – Sejumlah 75 mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) Institut Agama Islam negeri (IAIN) Surakarta mengikuti Workshop Pengembangan Bakat dan Minat “Pelatihan Ceramah bagi Mahasiswa”, Selasa (27/12).

Bertempat di Aula Pascasarjana kampus setempat, Hj. Ari Hikmawati, M. Pd selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaa dan Kerjasama FUD membuka acara. Dalam sambutan pembukaan, beliau menyampaikan bahwa FUD sangat butuh membentuk kader-kader untuk berdakwah dan menguasai agama. “Kami berharap, dengan pelatihan yang terus menerus mampu membentuk penceramah yang mumpuni. Mumpuni saat masyarakat membutuhkan dimanapun. Mumpuni apa yang dibicarakan harus berbobot tidak hanya banyak candaan. Dan hal tersebut tentu butuh pelatihan,” terang Ari. Ceramah itu tidak mudah, kita butuh penceramah tingkat internasional yang mampu memberikan materi sesuai kebutuhan masyarakat dan menggunakan strategi tertentu, lanjutnya.

Pada kesempatan itu, dua pemateri dihadirkan. Pertama, Dr. Moh. Abdul Kholiq Hasan, beliau merupakan ketua komisi Fatwa MUI Surakarta sekaligus dosen di Pasca IAIN Surakarta dan rajin menerbitkan karya tulis berupa buku. Dr.Hasan sapaan akrabnya memberikan materi tentang Da’i dan Dakwah yang Rahmatan Lil Alamin. Dalam materinya beliau menulis bahwa ada tiga tujuan besar dakwah yaitu mengeluarkan manusia dari penghambaan manusia untuk makhluk kepada penghambaan untuk Allah (tauhid yang membebaskan), mengeluarkan manusia kepada kedhaliman sistem manusia kepada keadilan Islam (keadilan), dan menyelamatkan manusia dari kesempitan dunia menuju keluasan dunia dan akhirat (kesejahteraan). Selain itu Dr. Hasan juga memberikan tips agar dakwah berjalan efektif dan menarik. Diantaranya, fokus dan tidak bertele-tele, menyelaraskan anara gerakan tubuh, roman muka serta intonasi suara seyogyanya digunakan dengan sebaik-baiknya dan tidka berlebihan, serius namun tidak monoton, dan yang paling penting adalah tidak hanya menggunakan dalil Al-Qur’an dan hadist juga menghadirkan bukti ilmiah yang berkaitan dengan materi yang sedang disampaikan.

Sedikit berbeda dengan Dr. Hasan, pemateri kedua Dr. H. Kholilurrohman yang merupakan pengurus cabang Nahdlatul Ulama Klaten sekaligus Dosen IAIN Surakarta menyampaikan materi dengan judul Singa Podium. Beliau mengatakan bahwa seorang mubaligh harus mampu menghipnotis para audiennya. Beberapa cara untuk menghipnotis audien yaitu dengan memasang label pembicara (MMT) di beberapa titik penting kota atau di depan gedung sebelum audien memasuki lokasi ceramah. Pakaian mubaligh dan setting tempat pun juga bisa menjadi alat hipnotis. Tak kalah penting, kedalaman ilmu yang diimbangi dengan humor saat menyampaikan materi pun menjadi hal urgent. Dan terakhir adalah jam terbang dan akhlakul karimah penceramah pun juga sangat mempengaruhi proses hipnotis pendengar.

Pasca penyampaian materi, tujuh mahasiswa berkesempatan mempraktikkan materi yang telah mereka dengarkan dengan spontan. Mereka pun  menjadi mubaligh dadakan. (Yin/ Humas Publikasi)

#BanggaIAINSurakarta

Komentar ditutup.