Bg

Aplikasi SABARUCI Karya Jurusan Sastra Inggris IAIN Surakarta Untuk Memudahkan Akreditasi

Diterbitkan tanggal 30 Januari 2017

SINAR – Kini Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta tak perlu susah-susah dalam  menyimpan dan mencari dokumen saat proses akreditasi maupun saat kedatangan seorang asesor. Dosen Jurusan Sastra Inggris, SF. Luthfie Argubi Purnomo yang merangkap sebagai Sekjur di jurusan tersebut, bersama tim telah membuat sebuah aplikasi yang diberi nama Sabaruci.

Sabaruci dilaunching di gedung rektorat lantai III kampus setempat pada Senin (30/1). Dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik, para wakil dekan bidang akademik dari semua fakultas, serta Lembaga Pengembagan Mutu (LPM), Sabaruci disosialisasikan. Sabaruci merupakan sebuah aplikasi untuk membantu menginventarisasi dokumen yang akan digunakan untuk akreditasi. “Meskipun Sabaruci belum bisa menarasikan  apa yang diharapkan dari sebuah borang, namun Sabaruci sangat membantu untuk menginventarisasikan dokumen. Karena tanpa dokumen yang lengkap maka tidak mungkin sebuah narasi itu ada,” jelas Luthfie saat ditemui keesokan harinya (31/1).

Dokumen yang telah terinventarisasi ini juga akan membantu pembuktian jika asesor datang. Tak hanya sampai disitu, Sabaruci juga akan menunjukkan progres report dari setiap standar yang telah di handle oleh seorang penanggung jawab (PJ). Dengan demikian, apa yang telah dikerjalan oleh PJ dapat selalu dipantau oleh Kajur. Bahkan aplikasi ini sudah terintegrasi pada email, telpon,  dan WA, jika pemantau ingin memberi sebuah “reminder/pengingat” pada sang PJ langsung melalui Sabaruci.

Menurut penjelasan Luthfie bahwa Sabaruci sedang proses unggah di play store dan dapat diunduh gratis oleh siapapun. “Kami tidak khawatir soal hak cipta, karena memang HAKI sudah keluar sejak 28 September 2016 dengan nomor pencatatan 01428,” jelasnya.

Senada dengan sang kakak, SF. Sanjaya, adik dari Luthfie, memaparkan bahwa pada prinsipnya aplikasi ini adalah kerja kolaborasi online, semuanya terintegrasi.  “Aplikasi ini terintegrasi satu dengan yang lainnya. Jika salah seorang PJ mengubah data/ dokumen atau melakukan penyuntingan dalam bentuk apapun, maka sang pemantau dalam hal ini Kajur juga akan dapat melihat perubahannya saat itu juga. Kini versi PC, mobile/ APK, dan web sudah tersedia semua,” terang Sanjaya.

Ditemui di ruang terpisah, Rabu (1/2), sekretasi LPM, Dra. Waryunah Irmawati, M. Hum menyatakan belum ada kepastiannya apakah tahun ini Sabaruci akan diterapkan disemua jurusan. “Pada dasarnya, Sabaruci ini akan sangat membantu penyimpanan dokumen untuk proses akreditasi dan sangat kami harapkan tahun ini bisa diaplikasikan,” paparnya.

Simpulan dari pertemuan saat launching Sabaruci adalah sosialisasi akan segera dilakukan pada tingkat kajur sehingga dapat segera diterapkan di masing-masing jurusan. (Yin/ Humas Publikasi) #BanggaIAINSurakarta

Komentar ditutup.