Bg

Dr. Sahairon: Hijrah Bukan Sekedar Aku jadi Ana Kamu jadi Antum

Diterbitkan tanggal 18 Mei 2018

SINAR- Tragedi bom bunuh diri yang dilancarkan oleh teroris akhir-akhir ini, membuat keresahan pada masyarakat, tak terkecuali pada para mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) JQH Al-Wustho IAIN Surakarta. Atas dasar kersahan tersebut pada Jumat (18/5) UKM JQH Al-Wustho mengadakan Seminar Nasional yang bertajuk Menyingkap Fenomena dan Konsep Hijrah Zaman Now Perspektif Al-Quran.  Dalam acara yang dihadiri ratusan peserta, Pudji Rahardjo Rudi Hartono, AKS. selaku Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan menyampaikan apresiasinya kepada UKM JQH Al-Wustho karena telah mengadakan acara yang memberikan manfaat sekaligus memberikan pencerahan terkait hijrah agar tidak di salah artikan, ujarnya.

Dr. M Kholid Muslih. M.A. salah satu pembicara dari UNIDA Gontor Ponorogo menyampaikan Hijrah merupakan upaya untuk meninggalkan sisi negatif dari dua ujung paradog untuk selanjutnya mendaki tangga kesempurnaan. Selain itu alumni program doctoral  Al Azhar Cairo Mesir ini juga menyampaikan berbagai ayat-ayat mengenai hijrah yang ada di dalam Al-Quran.

Senada dengan pembicara pertama Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin M.A. mengungkapkan bahwa Hijrah itu harus totalitas tidak setengah-setengah. Beliau membagi hijrah menjadi dua yaitu Hijrah secara fisik atau pindah tempat dari tempat satu ketempat yang lain dan hijrah nilai yaitu merubah diri kita dari kualitas satu ke kualitas yang lebih tinggi dari sebelumnya. Namun yang menjadi pertanyaan adalah apakah nilai hijrah tersebut ukurannya hanya agama atau lebih dari itu? Ujarnya melempar pertanyaan pada audiens.

Tentu pengukurannya harus komprehensif jangan melupakan hijrah lain yang bermanfaat di dunia, seperti hijrah dalam bidang sains, teknologi dll, dengan itu maka akan lahirlah Ibnu Rusyd, Ibnu Sina di masa yang akan datang.

Di akhir kata beliau mengingatkan kita untuk berhati-hati dalam membaca konsep-konsep hijrah yang ada di internet, yang tadinya Islam moderat berubah menjadi radikal meninggalkan NKRI ke khilafah. Hijrah bukan sekedar aku jadi ana, kamu jadi antum, karena memahami konteks agama itu tak semudah yang dibayangkan.  (Zat/Humas Publikasi) #BanggaIAINSurakarta

Komentar ditutup.