Bg

Rektor IAIN Surakarta Berangkatkan Mahasiswa KKN Nusantara

Diterbitkan tanggal 6 Januari 2020

SINAR- Tiga mahasiswa IAIN Surakarta berkesempatan untuk mengikuti KKN Nusantara selama 1 bulan penuh bersama dengan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIN) lain dari seluruh Indonesia. Mereka terpilih setelah sebelumnya mengikuti seleksi yang diadakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Surakarta. KKN Nusantara ini merupakan KKN yang pertama kolaborasi antar PTKIN dalam rangka pengabdian kita kepada masyarakat, ungkap Rektor IAIN Surakarta Prof. Dr. H. Mudofir, S. Ag., M. Pd. Umat Rukun, Indonesia Maju, yang merupakan tema dari Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI) ke-74, menjadi momen bagi IAIN Surakarta untuk melepas keberangkatan 3 mahasiswa tersebut ke dua lokasi yaitu Ambon dan Kupang.

Muhammad Permadi mahasiswa IAIN Surakarta Prodi Manajemen Dakwah yang diberangkatkan untuk mengikuti KKN Nusantara mengatakan bahwa ia tidak menyangka akan bisa ikut KKN ke luar daerah seperti di Ambon ini, katanya. Selanjutnya mahasiswa penyuka tantangan ini juga mengatakan bahwa ia akan berbagi ilmu baik dengan mahasiswa KKN dari PTKIN sendiri maupun dari masyarakat Ambon. Selain Permadi, ada juga Arian Agung Prasetiyawan dari Prodi Manajemen Bisnis Syariah dan Alliffia Balqis Candharaning Ratri dari Prodi Hukum Ekonomi Syariah yang diberangkatkan ke Kupang.

Sementara itu Ketua Lembaga Pengabdian Pengembangan Masyarakat (LP2M) IAIN Ambon selaku tuan rumah KKN Nusantara mengatakan, “ini merupakan kegiatan yang luar biasa karena mengangkat tema khusus yaitu Trauma Healing. Mahasiswa diharapkan mampu untuk bisa memberikan rasa aman, nyaman terhadap korban bencana gempa di tempat pelaksanaan KKN ini”, katanya. Sementara itu Rektor IAIN Ambon, Dr. Hasbollah Toisuta, M.Ag. mengatakan bencana gempa yang terbesar adalah gempa bumi di titik 6,8 SR, dan menurut BNPB Kota Ambon, kota ini termasuk kota yang unik dengan 3.000 gempa yang terjadi baik dengan skala kecil maupun besar. Oelh karena itu mahasiswa diharapkan mampu turut membantu menyosialisasikan dan menjelaskan dengan hal-hal yang terkait dengan penangganan gempa mulai dari pencegahan hingga recovery pasca gempa, ungkapnya.(Zat/ Humas dan Publikasi)

Komentar ditutup.