Bg

Afroini, Hafidzoh Cumlaude yang Selalu Haus Ilmu

Diterbitkan tanggal 27 Juli 2018

SINAR- Afroini Choirun Nadhiroh, perempuan berdarah Pati kelahiran tahun 1995 ini sebentar lagi melepas statusnya sebagai mahasiswa IAIN Surakarta dengan predikat cumlaude (sangat memuaskan). Ia dinyatakan lulus dengan nilai IPK 3,54 dan menyelesaikan tugas akhir yang berjudul Istilah-Istilah Hadits Menurut Abu Dawud Study Atas Kitab Sunan Abu Dawud. Selain itu mahasiswi jurusan Ilmu Al Quran dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah ini juga merupakan hafidzoh yang telah menyelesaikan hafalannya 30 juz.

Afroini, panggilan sapaan akrabnya banyak menghabiskan waktunya selama kuliah di IAIN Surakarta dengan belajar dan terus belajar. Ia selalu teringat akan pesan kedua orang tuanya agar senantiasa menuntut ilmu, “biar bapak dan ibu yang hidup susah tapi kalian harus tetap sekolah, kalian harus jadi orang yang lebih baik dari bapak dan ibu”, ucapnya menirukan pesan kedua orang tuanya.

 Ia memang terlahir dari keluarga yang sederhana. Bapaknya bekerja sebagai penjual bakpao keliling dan ibunya sebagai ibu rumah tangga. Namun semua itu tak pernah menyurutkan tekad bulatnya untuk terus mencari ilmu agar kelak dapat membalas semua pengorbanan dan jasa-jasa kedua orang tuanya. Keinginan untuk membuat kedua orang tuanya bangga itu, ia buktikan dengan diterimanya Afroini sebagai mahasiswa Pascasarjana IAIN Surakarta jurusan Manajemen Pendidikan Islam (MPI) meskipun ia belum secara resmi di wisuda.

Selain haus akan ilmu, Afroini juga tak kikir dalam membagikan ilmunya, ia juga tercatat sebagai staf pengajar di Lembaga Bimbingan Belajar Prisma dan Ma’had Al Fatah. Tak jarang ia pun harus berjalan kaki menuju lembaga tersebut dikarenakan ketiadaan alat transportasi yang ia miliki sedangkan milik sahabat-sahabat yang biasa ia pinjam sedang dipakai semua. Semua itu tetap ia jalani dan ia syukuri demi sampainya ilmu kepada anak-anak didiknya.

Selama kuliah di IAIN Surakarta ia menerima beasiswa full dari Yayasan Nurul Hayat, yayasan tersebut telah menjadi bapak asuh baginya dan para mahasiswa khususnya bagi mereka yang sedang menghafalkan Al-Qur’an.

Tak lupa Afroini juga memberikan pesan kepada adik-adik tingkatnya di IAIN Surakarta, agar pandai-pandai dalam mengatur waktu dan mengalahkan sendiri, karena musuh yang paling berat adalah mengalahkan diri sendiri yaitu mengalahkan rasa malas. Sering kali ia juga kerap mendapatkan masalah-masalah pribadi terutama masalah keuangan, karena tak jarang orang tuanya terlambat mengirimkan uang untuknya. Namun ia sadar bahwa masalah tersebut bukanlah menjadi penghalang karena masalah utamanya bukanlah keuangan melainkan rasa malas yang kadang menjagkiti diri. (Zat/ Humas Publikasi) #BanggaIAINSurakarta

Komentar ditutup.