Bg

Anggota DPR RI Abdul Kharis: Mahasiswa harus Aktivis dan Bisnis

Diterbitkan tanggal 23 Desember 2017

SINAR – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBI) IAIN Surakarta mengundang anggota DPR RI sekaligus pengusaha sukses Abdul Kharis Almasyari, S.E., M.Si. Owner PT. Era Adi Citra Intra Media ini dihadirkan guna mengisi sebuah seminar “Sosiopreneurship sebagai Gerakan Meningkatkan Perekonomian Nasional” yang diadakan DEMA FEBI, Sabtu (23/12).

“Usaha hanya soal nyali dan keberanian”, demikian pesannya untuk menghidupkan gairah berbisnis kepada para mahasiswa yang hadir memenuhi gedung Graha IAIN Surakarta. Selain itu, usaha juga butuh kreativitas dan fleksibilitas. Paparan materi yang ia sampaikan memang jelas dan simpel, tak berbelit-belit soal teori ekonomi ala akademisi. Ia juga tak ketinggalan mengisahkan proses jatuh bangun saat ia mulai berbisnis. Kali ini ia benar-benar tampil sebagai praktisi walaupun baru saja ia menyelesaikan disertasinya.

Abdul Kharis melanjutkan paparanya lebih menohok, “Kalau mau kaya jangan jadi PNS, tapi berbisnislah”, katanya disambut tepuk tangan para peserta termasuk para dosen PNS yang hadir. Terakhir, ia mengingatkan agar mahasiswa tidak hanya aktif akademik saja tetapi juga berorganisasi seperti para tokoh nasional yang kini menjadi “orang penting”. Ia menyebut Jusuf Kalla, Aburizal Bakri, Pramono Anung, Fahri Hamzah yang dulunya mereka adalah aktivis semua. “Mahasiswa harus aktivis dan bisnis”, pesannya.

‍Selain Abdul Haris, panitia juga menghadirkan pengusaha sukses lain Arsanto Adi Nugroho. Ia adalah Ketua IIBF Solo Raya & Owner Sekolah bisnis ritel Indonesia. Materinya ia paparkan secara sistematis berisi tentang tahapan-tahapan menjadi Sosiopreneurship. “Bisnis murni lalu bisnis sosial kemudian bisnis sosial murni”, demikian penjelasan tentang tahapan itu.

Saat baru memulai usaha, mahasiswa didorong menjadi mengusaha murni dulu, dimana hasil usaha kemanfaatannya untuk pribadi dan pengembangan usaha. Setelah berkembang barulah menginjak pada tahapan bisnis yang memiliki dampak manfaat sosial. Kemudian secara otomatis bisa meningkatkan perekonomian nasional.

Paparan Arsanto sejalan dengan maksud panitia mengadakan acara. Sebagaimana disampaikan oleh Usnan, S.E.I.,M.E.I. Dalam sambutannya mewakili Wakil Dekan III FEBI. Sebelumnya ia menyampaikan bahwa tujuan berbisnis adalah untuk kemaslahatan atau maqasid syariah, tidak hanya materi semata.

Dimana membangun ekonomi bangsa tidaklah hanya mengandalkan program dari pemerintah, namun bisa memulainya dari diri sendiri melalui kemampuan dan keahlian yang dimiliki. Barulah bisnis berkembang dan memiliki manfaat sosial, sehingga tercapai apa yang disebut Sosiopreneurship”, tandasnya. (Win / Humas Publikasi). #BanggaIAINSurakarta.

Foto: Winarto

Komentar ditutup.