Bg

Madrasah Riset : Mencoba Mencari Bentuk

Diterbitkan tanggal 2 November 2020

Oleh: Dr. H. Muhammad Munadi, M.Pd
(Dosen Fak. Ilmu Tarbiyah IAIN Surakarta)

Pengantar

Universitas Riset, walaupun definisinya masih bisa diperdebatkan sekaligus juga bisa dikompromikan tetap masih dilekatkan dengan Perguruan Tinggi (PT). Apalagi kalau riset disandingkan dengan madrasah. Akan semakin susah mendefinsikan sekaligus mengoperasionalkan. Hal ini dikarenakan culture yang beda antara Madrasah/Sekolah dengan Perguruan Tinggi. PT memang agak berbeda dharma dengan madrasah ataupun sekolah. Dharma yang dimaksud pada PT meliputi tiga hal: pendidikan dan pengajaran, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat. Atau lebih dikenal dengan istilah Tri Dharma Perguruan Tinggi.  Dharma ini yang tidak dimiliki secara penuh oleh madrasah/sekolah. Namun tidak ada larangan diadopsi. Madrasah mengadopsi istilah Universitas Riset (Research University), sehingga bisa muncul istilah Madrasah Riset (research madrasah).  

Hal ini mengingat bahwa istilah madrasah riset justru dikenalkan oleh Peraturan Menteri Agama No. 60 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Madrasah. Pasal 1 ayat 12 menyatakan bahwa : Madrasah Akademik adalah prototipe madrasah aliyah berbentuk madrasah aliyah negeri insan cendekia atau madrasah aliyah lainnya yang diselenggarakan oleh pemerintah atau masyarakat yang mengembangkan keunggulan kompetitif di bidang akademik, riset, dan sains. Pasal ini diperkuat pasal 61 ayat (3) Madrasah Aliyah unggulan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) berupa: a. Madrasah Akademik; b. Madrasah Keterampilan; dan c. Madrasah Keagamaan. Semangat peraturan ini pada pengembangan madrasah riset sebagai bagian dari madrasah akademik. Kebijakan ini diperkuat dan dikembangkan melalui Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 184 Tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Pada Madrasah. Peraturan ini mengatur muatan lokal pada Bab IV diantaranya bisa berupa Riset atau penelitian ilmiah. Disamping itu dikembangkan juga melalui kegiatan ekstrakurikuler di luar jam pelajaran dalam bentuk pengembangan riset dan teknologi (Bab V). Ditambah lagi pengembangan madrasah system asrama  dengan penguatan kekhasan madrasah (akademik, keagamaan, keterampilan, sains, riset (Bab VI). 

Tulisan ini tidak mengutamakan tentang pengertian tetapi hanya akan mencoba mengkolaborasi dan mengelaborasi indikator Universitas Riset (Research University) dari sumber sehingga dari substruktur ini dibuat indikator madrasah riset. Setelah indikator riset terpenuhi, maka madrasah bisa disebut madrasah riset dengan beberapa kategori.

Indikator Universitas Riset

Indikator yang bisa dipakai salah satunya dari penelitian Somchai Numprasertchai and Barbara Igel (2004:3) dari pengalaman di PT Thailand. Berikut gambarannya.

Table 1. Performance indicators currently used in research funding agency & universities in Thailand

Indikator kinerja dari tabel di atas meliputi: publikasi berbentuk (prosiding dan jurnal nasional, proseding regional dan internasional, serta jurnal internasional bereputasi), hak cipta atau paten.  Hasil penelitian tersebut sebenarnya mengacu pada outputnya. Berdasar hal tersebut bisa dilihat pada tabel berikut:

Table 2. Indicators and objectives defined by the funding agencies in Thailand

(Somchai Numprasertchai and Barbara Igel. (2004:4)

Hasil riset mengarah kepada output, outcomes, serta impaknya. Indikator kinerjanya meliputi output yang meliputi : publikasi, prototype, patent, produk-produk baru, proses-proses riset, serta jasa yang berkait dengan hasil penelitian. Outcomes dan impak meluputi sumbangan riset pada negara dalam kehidupan kebudayaan, ekonomi, sosial, tujuan pendidikan, lingkungan, kesehatan dan lainnya. Poin ini menurut  Muhammad Munadi (2020) merujuk pada riset harus menekankan pada technological readiness level (TRL atau tingkat kesiapterapan teknologi=TKT) sekaligus market readiness level (MRL atau tingkat kesiapterapan pasar=TKP).   TKT dan TKP harus merujuk 3 dimensi sekaligus, yaitu penelitian itu harus useful, useable, dan used outputs bagi pasar manapun – baik dunia usaha, dunia industri, dunia bisnis, pemerintahan, maupun masyarakat.

Secara operasional, bisa dilihat pada preferensi indikator berikut ini.

Table 3. Performance Indicators preferred by university researchers

(Somchai Numprasertchai and Barbara Igel. (2004:6)

Indikator Universitas Riset secara rinci meliputi: publikasi, kualitas publikasi, penghargaan, produk baru (proses dan layanan), paten, produk komersial hasil riset, sitasi publikasi, kontribusi pada pembangunan ekonomi, kontribusi pada konservasi lingkungan, serta kontribusi pada pembangunan sosial. Indikator yang dibuat dari kasus Thailand terlalu spesifik pada riset. Indikator yang lebih luas digambarkan pada tabel berikut.

Tabel 4. Performance indicators for Malaysian research universities

(Ibrahim Komoo, Norzaini Azman and Yang Farina Abdul Aziz, tth: 6 – 7)

Tabel di atas, indikator yang mengambil kasus negara Malaysia lebih luas dan tidak spesifik pada para pendidik PT. Indikatornya meliputi: kuantitas dan kualitas peneliti, kuantitas dan kualitas penelitian, jumlah pascasarjana, kualitas pascasarjana, inovasi, layanan professional, jaringan dan keterkaitan, serta dukungan fasilitas riset.

Pernyataan tersebut tidak secara langsung merujuk pada anggaran riset, maka sebagai tambahan diusulkan dari hasil riset dalam konteks madrasah yaitu Umul Hidayati (2019:328) tentang adanya anggaran khusus riset dalam anggaran lembaga pendidikan, ketersediaan ruang khusus riset, ketersediaan tenaga pembimbing riset, terbatasnya tenaga laboran. Usulan lain dari riset Agus Iswanto (2018) diperlukan sarana perpustakaan sebagai tempat praktik literasi Karya tulis ilmiah (KTI) yang berbasiskan aktivitas riset. Selain itu diperlukan kegiatan untuk membentuk budaya madrasah riset diperlukan pengembangan budaya seperti usulan Samantha Lauren King (2017) yaitu budaya dalam komunikasi, pelatihan dan inovasi. Komunikasi dalam kerangka pengembangan jaringan madrasah/sekolah dalam riset. Pelatihan menyelenggarakan kegiatan diseminasi hasil riset sehingga berkembag kemampuan riset pada lembaga pendidikan serta Inovasi sebagai bentuk hasil riset (putput – outcome).

Paparan di atas  bisa menjadikan lembaga pendidikan memiliki manfaat ketika menerapkan riset universitas, dengan riset guru memeiliki pengetahuan terbaru ketika mengajar/mendidik sehingga yang disampaikan guru kepada siswa sesuatu yang baru baik secara metodologis maupun konten pengetahuan saat di kelas. Riset yang dijalankan bisa mendorong investasi dari dunia usaha/dunia industri untuk memberikan dananaya kepada lembaga pendidikan bisa berbentuk dana riset, maupun dana laboratorium (Barni Homden, 2019).

Indikator Madrasah Riset

Paparan di atas dapat dibuat indikator untuk Madrasah Riset sebagai berikut:

Paparan ini memang berat, tetapi bisa diimplementasikan di madrasah yang memiliki semangat untuk berubah. Selain itu harus segera ada kerjasama yang inten antara madrasah dengan perguruan tinggi milik Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga terwujud madrasah riset sekaligus universitas riset. Madrasah Bisa… Amiin

Daftar Pusaka

Agus Iswanto. (2018).  Praktik Literasi Berbasis Madrasah Riset: Pelaksanaan Gerakan Literasi Di MANSA Yogyakarta. Jurnal “Al-Qalam” Volume 24 Nomor 2 Desember 2018. 
Barni Homden. (2019). Why is university research important for students?, Kaplan International Pathway, 09 Mar 2019. https://www.kaplanpathways.com/about/news/university-research-important-students/
Ibrahim Komoo, Norzaini Azman and Yang Farina Abdul Aziz. (tth). Malaysian Research Universities and their Performance Indicators. BULLETIN National Higher Education Research Institute (IPPTN). http://eprints.usm.my/34572/1/BULLETIN_11_PART_3.pdf
Muhammad Munadi. (2020). Manajemen Pendidikan Tinggi di Era Revolusi Imdustri 4.0. Jakarta:Kencana Prenada Media.
Samantha Lauren King. (2017). Research schools: What are they and why do they exist? School Week, 26 Sept 2017. https://schoolsweek.co.uk/research-schools-what-are-they-and-why-do-they-exist/
Somchai Numprasertchai and Barbara Igel. (2004). Indicators for Measuring University Research Performance in Thailand. https://www.researchgate.net/profile/Barbara_Igel/publication/267735300_Indicators_for_Measuring_University_Research_Performance_in_Thailand/links/5458a9a10cf26d5090abc2c8.pdf Umul Hidayati. (2019). Inovasi Madrasah Melalui Penyelenggaraan Madrasah Riset The Innovation Of Madrasah Through It’s Research Enforcement. EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan, 17(3), 2019, 238-255. https://media.neliti.com/media/publications/294679-inovasi-madrasah-melalui-penyelenggaraan-a2845a81.pdf

Penulis

Dr. H. Muhammad Munadi, M.Pd
Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah IAIN Surakarta

Komentar ditutup.