Bg

Perguruan Tinggi : Antara Competition Dan Cooperation ((Bagian Ketiga)

Diterbitkan tanggal 31 Januari 2021

Oleh: Dr. H. Muhammad Munadi, M.Pd
(Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah IAIN Surakarta)

Oleh: Muhammad Munadi

Electronic Curriculum dan Kompetisi Yang Semakin Berat

Pendidikan tatap muka bisa disubstitusikan oleh pendidikan jarak jauh dan atau pembelajaran elektronik dan digital. Begitupula pendidikan yang kurang fleksibel dan mandiri dilihat dari tempat dan usia bisa tergantikan dengan pendidikan/pembelajaran terbuka. Begitupula kurikulum tatap muka bisa tergantikan oleh kurikulum elektronik. Kurikulum elektronik sangat fleksibel dilihat dari apapun, seperti pendapat (Hendricson, et al., 2004) Electronic curriculum, or E-curriculum, refers to computer-based learning including educational materials available on CD or DVD, online courses, electronic mechanisms to search the literature, email, and various applications of instructional technology including providing laptops to students, multimedia projection systems, and Internet-compatible classrooms. Sagar yang dikutip (Thiruselvi, 2013) bahwa Electronic curriculum or e-curriculum is one such which has its purpose to provide a panorama of the application of new digital technologies in education. Dua pengertian tersebut menunjukkan bahwa kurikulum elektronik mensyaratkan adanya ketersediaan komputer/laptop, bahan ajar yang bisa dicari melalui internet, bahan ajar dalam CD or DVD, online, dan mekanisme elektronik yang bisa dicari melalui beragam  aplikasi teknologi digital dengan didukung mapun tidak oleh ketersediaan jaringan internet.

Revolusi industri 4.0 yang terjadi saat ini semakin meneguhkan dan mengukuhkan implementasi kurikulum elektronik. Semuanya bisa tergantikan dengan kurikulum elektronik melalui bantuan internet. Semuanya tersedia – dari bentuk e-book, e-journal,e-resources, dan yang lainnya baik berbayar maupun gratis. Bahkan Unesco menyediakan beberapa sumber bacaan maupun aplikasi, platform ataupun  yang sejenis yang bisa diakses dengan tajuk : Distance learning solutions (Unesco, 2019). Disamping itu Unesco juga menyediakan info sumber-sumber belajar elektronik yang bisa diakses pada alamat berikut: National learning platforms and tools untuk semua negara (Unesco, 2019).  Disinilah diperlukan Sekolah/Madrasah Terbuka dan Jarak Jauh (STJJ/MTJJ) di tingkat pendidikan dasar dan menengah sampai dengan  Perguruan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ).

Perguruan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh : Sebuah Alternatif

Bentuk layanan seperti paparan di atas diselenggarakan diantaranya melalui Perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh (PTTJJ). PT model ini sudah dikenalkan oleh Pemerintah Orde Baru sejak 4 September 1984 bertepatan dengan peresmian Universitas Terbuka (UT). PTTJJ ini pada awal pendiriannya menyelenggarakan jenjang program diploma dan sarjana, tahun 2004 membuka jenjang magister dan tahun 2019 menyelenggarakan program Doktor (Universitas Terbuka, 2021). Perguruan tinggi ini juga dikenal sebagai Perguruan Tinggi Negeri ke-45 di Indonesia. Eksistensi PTTJJ yang sudah lumayan dewasa ini mempengaruhi perguruan tinggi lainnya dikarenakan pembelajaran mandiri, flesibel waktu dan tidak berbatas usia. Program studi yang diselenggarakan PTTJJ mirip dengan perguruan tinggi yang lain. Gambarannya sebagai berikut.    

Tabel 1. Fakultas yang dimiliki UT

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Sarjana Magister Doktor
Fakultas Ekonomi V V
Fakultas Hukum, Sosial dan Ilmu Politik V V V
Fakultas Sain dan Teknologi V V

Tabel 1. menunjukkan bahwa UT menyelenggarakan 4 Fakultas dan memiliki jenjang program  diploma (D3 dan D4), sarjana, magister dan doctor. Secara lengkap dapat dibaca pada tabel 5, 6, 7, dan 8 sebagai berikut.

Tabel 2. Program Studi Pada FKIP UT

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Sarjana Magister Doktor
Pendidikan Matematika V V
Pendidikan Kimia V
Pendidikan Fisika V
Pendidikan Biologi V
Pendidikan Bahasa Inggris V V
Pendidikan Bahasa Indonesia V
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan V
Pendidikan Ekonomi V
Pendidikan Guru SD V V
Pendidikan Anak Usia Dini V
Teknologi Pendidikan V

Tabel 3. Program Studi Pada Fakultas Ekonomi UT

Fakultas Ekonomi (FE) Sarjana Magister Doktor
Manajemen V V
Ekonomi Pembangunan V
Akuntansi V
Akutansi Publik V
Ekonomi Syariah V
Pariwisata V

Tabel 4. Program Studi pada Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Politik

Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Politik (FHSIP) Sarjana/D-IV Magister Doktor
Ilmu Hukum V
Sosiologi V
Sastra Inggris – Penerjemahan V
Ilmu Komunikasi V
Ilmu Perpustakaan V
Kearsipan V
Administrasi Publik V V V
Ilmu Administrasi Bisnis V
Ilmu Pemerintahan V
Perpajakan – D3

Tabel 5. Program Studi pada Fakultas Sain dan Teknologi

Fakultas Sain dan Teknologi (FST) Sarjana Magister Doktor
Matematika V
Statistika V
Biologi V
Agribisnis V
Teknologi Pangan V
Manajemen Perikanan V
Perencaaan Wilayah dan Kota V
Sistem Informasi V
Studi Lingkungan V V

Tabel 1 sampai Tabel 5 memperlihatkan bahwa UT memiliki program studi yang sama persis dengan PT yang berbasis tatap muka. Program studi  di bawah FKIP, FE, FHISP, FST sama persis yang diselenggarakan PT di bawah koordinasi Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian  Pariwisata. Belum lagi UT juga tidak hanya menyelenggarakan jenjang sarjana saja tetapi juga magister. Untuk kajian ranah ilmu ekonomi menyelenggarakan layanan yang memiliki kesamaan dengan program studi baik PT di bawah Kemenag, Kemendukbud serta Kementerian Pariwisata. Begitupula yang terjadi pada kajian Hukum, Ilmu Sosial dan Politik, Sain serta teknologi juga tidak berbeda dengan PT lain.

Yang membedakan, UT dibandingkan PT lain terletak pada penyelenggaraan program sertifikasi sebagai berikut. 

Tabel 6. Program Sertifikasi UT

Program Sertifikasi
Kuliah Terbuka UT – Massive Open Oline Courses (MOOCs)
Bahasa Indonesia bagi Bagi Penutur Asing (BIPA-UT) – Indonesian Language Program (ILP)
Program Pendidikan Berkelanjutan
Program Pelatihan Pembelajaran

Tabel 6. menunjukkan bahwa UT menyelenggarakan program yang sedikit berbeda dengan PT lain. Ini yang bisa menjadi nilai lebih bagi UT dibandingkan dengan PT jenis lain. Yang sangat membedakan terletak pada program Massive Open Oline Courses (MOOCs). Program ini mengikuti program yang pernah dicanangkan oleh MIT dengan tajuk Open Course Ware (OCW). Ini bermakna bahwa semua materi kuliah yang digunakan dalam pengajaran pada MIT tersedia di Web perguruan tinggi. UT mengupayakan hal yang sama dengan tahapan pertama kali mulai tahun 2002 berupa Learning Object Materials. Langkah ini ditambah dengan  Internet TV (ITV-UT) dan Portal Guru Pintar Online (GPO) yang diluncurkan pada tahun 2010 (Universitas Terbuka, 2004). Bila semua bahan pembelajaran di semua lembaga pendidikan terbuka untuk semua orang, maka akan terjadi knowledge sharing  luar biasa antar pendidik, tenaga kependidikan serta mahasiswa. Tradisi ini bisa mengembangkan kerjasama yang baik.

Program sertifikasi yang unik selanjutnya adalah Program Pendidikan Berkelanjutan. Prgram yang dibuka diantaranya: Sertifikat Administrasi Pemerintahan Desa (PS-APD), Program Sertifikat Penulisan Karya Ilmiah untuk Guru (PS-PKIG), Program Sertifikat Ketatausahaan Sekolah (PSKS) Program Sertifikat Statistika Pemerintahan (PSSP),  Program Sertifikat Akuntansi Keuangan Daerah (PS-AKD), Program Sertifikat Pengelolaan Keuangan Sekolah (PS-PKS), Program Sertifikat Guru Pendamping Muda Pendidikan Anak Usia Dini (PS-GPM PAUD), Program Sertifikat Penyelengaraan Pemerintahan Desa (PS-PPD). Program ini memang belum banyak diniliki oleh PT non UT.

Program serifikasi lainnya diperuntukkan bagi para pendidik. Programnya berjenjang, gambarannya sebagai berikut (Universitas Terbuka, 2015).

No Paket Program Pendidikan Deskripsi Paket Program
1 Program Peningkatan Keterampilan Teknik Intruksional (PEKERTI) Program pelatihan ini ditujukan bagi para dosen dan tenaga pengajar.
2 Applied Approach (AA) Program Applied Approach (AA) atau Pendekatan Terapan dirancang sebagai program lanjutan dari program PEKERTI.
3 Program Pelatihan Tutor-UT Program pelatihan ini khusus dirancang bagi calon tutor Universitas Terbuka  sedemikian rupa untuk membekali para calon tutor dengan pengetahuan dan keterampilan tutorial.
4 Pengembangan Kurikulum Pelatihan Pengembangan Kurikulum bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang bagaimana mengembangkan kurikulum, baik untuk kurikulum program studi maupun kurikulum.
5 Pengembangan Bahan Ajar Jarak Jauh Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar Jarak Jauh bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang landasan teori, langkah-langkah serta proses pengembangan bahan ajar jarak jauh kepada tenaga pengajar di berbagai tingkatan pendidikan, baik formal maupun non formal.
6 Pengembangan Media Berbasis Komputer Pelatihan Pengembangan Media Berbasis Komputer dibedakan menjadi Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Komputer atau dengan kata lain Computer Assisted Instruction (CAI) dan Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Jaringan Internet (Web Based Learning Materials).
7 Pengembangan Kontrak Perkuliahan Pengembangan Kontrak Perkuliahan dimaksudkan agar para peserta dapat merancang suatu kesepakatan bentuk program belajar yang memuat kompetensi yang dituntut dan topik atau keterampilan yang diminati oleh mahasiswa.
8 Evaluasi Program Pelatihan ini ditujukan untuk dosen, pengelola atau pengembang program yang berasal dari perguruan tinggi atau suatu lembaga, yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan mengevaluasi program mulai dari perencanaan, pengembangan, sampai dengan paraf produksi atau sertifikasi.
9 Materi Pelatihan Tutor Tuton Pelatihan Tutor Tuton adalah pelatihan untuk merekrut calon Tutor Tuton

Lembaga pendidikan yang mau mengembangkan sumber daya manusianya tidak perlu bersaing dengan UT tetapi bisa berkolaborasi  untuk mengembangkan kompetensi mahasiswanya.

Pemaparan di atas menunjukkan bahwa UT di dalam ranah tertentu punya keunggulan dibandingkan dengan PT lain. Disnilah diperlukan saling belajar agar bisa tumbuh dan berkembang bersama antar PT. Kolaborasi dan kerjasama ini  memungkinkan mahasiswa maupun stakeholder internal PT bisa melakukan pengembangan karir agar memiliki keunggulan kompetitif, komparatif maupun alternatif dalam menghadapi persaingan. Paparan di atas minimak bisa menjadi masukan kepada pimpinan PTKI untuk bisa mengembangkan PTKI Terbuka dan Jarak Jauh (PTKITJJ). Semoga.

 

Rujukan

Hendricson, W. D., Panagakos, F., Eisenberg, E., McDonald, J., Guest, G., Jones, P., . . . Cintron, L. (2004, Oct). Electronic curriculum implementation at North American dental schools. J Dent Educ, 68(10), 1041-57. Retrieved January 25, 2021, from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15466056/

Thiruselvi, P. (2013, March). e-CURRICULUM: AN INNOVATIVE CURRICULUM FOR DIGITAL GENERATION. Conference: Education for elevation, (pp. 1-6). Coimbatore. Retrieved January 25, 2021, from https://www.researchgate.net/publication/279187012_e-CURRICULUM_AN_INNOVATIVE_CURRICULUM_FOR_DIGITAL_GENERATION

Unesco. (2019). Distance learning solutions. Unesco Building peace in the minds of men and women. Retrieved January 25, 2021, from https://en.unesco.org/covid19/educationresponse/solutions

Unesco. (2019). National learning platforms and tools. Unesco Building peace in the minds of men and women. Retrieved January 25, 2021, from https://en.unesco.org/covid19/educationresponse/nationalresponses

Universitas Terbuka. (2004). Peluncuran Kuliah Terbuka Online UT (MOOCs-UT). Universitas Terbuka Making Higher Education Open To All. Retrieved January 26, 2021, from https://www.ut.ac.id/2015/berita/894-peluncuran-kuliah-terbuka-online-ut-moocs-ut

Universitas Terbuka. (2015). Pelatihan Pembelajaran. LPPM UT. Retrieved Januari 26, 2021, from http://lppm-dev2.ut.ac.id/program-unggulan/13

Universitas Terbuka. (2021). Sejarah. Universitas Terbuka. Retrieved Januari 26, 2021, from https://www.ut.ac.id/sejarah-ut#:~:text=Universitas%20Terbuka%20(UT)%20adalah%20Perguruan,RI%20Nomor%2041%20Tahun%201984.&text=Sejak%20tahun%202004%2C%20UT%20membuka,2019%2C%20UT%20membuka%20program%20Doktor.

Penulis

Dr. H. Muhammad Munadi, M.Pd
Dosen Fakutlas Ilmu Tarbiyah IAIN Surakarta

Komentar ditutup.