Bg

Perhatian dari Hans Abdiel Harmakaputra, Hartford Seminary-USA, Angkat Judul Defending Pancasila as the Indonesian Kalimatun Sawa Pada AICIS Ke-20

Diterbitkan tanggal 4 Agustus 2021
Hans Abdiel Harmakaputra, Hartford Seminary-USA (https://indotheologyjournal.org/index.php/home/editor1)

SINAR– Pancasila menjadi sebuah falsafah dan titik temu dari berbagai kebhinekaan yang telah secara alamiah berkembang di Negara Indonesia. Kalimah Sawa adalah kalimat damai yang bisa mempersatuakan seluruh perbedaan tersebut.

Apa kata Hans Abdiel Harmakaputra tentang pancasila? seorang warga negara USA yang menjiwai pelaksanaan falsafah pancasila di negara Indonesia yang telah menjadikan pancasila sebagai kalimatun Sawa.

Berbagai persoalan sosial kemanusiaan dalam beberapa tahun belakangan ini mencederai nilai-nilai pancasila. Perbedaan agama, ras, suku, bahkan warna kulit telah memicu adanya perselisihan yang mengakibatkan berbagai kerugian material maupun non material. Yang dipastikan adalah cederanya rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia sebagai negara yang berbhineka.

Hal ini menjadi perhatian bagi Hans Abdiel Harmakaputra, Hartford Seminary-USA. Hans Abdiel Harmakaputra, Ph.D., adalah Visiting Assistant Professor dalam bidang Teologi Komparatif dan Relasi Muslim-Kristen di Hartford Seminary, USA, dan juga seorang Louisville Postdoctoral Fellow. Ia menyelesaikan pendidikan doktoral dalam bidang Comparative Theology di Boston College, Theology Department, Massachusetts, USA, dengan spesialisasi di Islam dan Kristen. Setelah lulus S1 dalam bidang teologi dari Sekolah Tinggi Teologi Jakarta (kini Sekolah Tinggi Filsafat dan Theologi Jakarta) pada tahun 2010, ia melanjutkan studi Master of Arts dalam bidang Islamic Studies and Christian-Muslim Relation di Hartford Seminary, Connecticut, dan lulus pada tahun 2013. Sebelumnya, ia pernah menjadi Resident Scholar di Collegeville Institute, Minnesota (https://indotheologyjournal.org/index.php/home/editor1) . Simak selengkapnya pada gelaran AICIS ke-20, Solo 25-29 Oktober 2021. (Nughy/ Humas Publikasi)


Komentar ditutup.